KPU Hilangkan Debat Cawapres, Buni Yani: Patut Diduga Melindungi Gibran

Ada dugaan KPU melindungi Gibran Rakabuming Raka (Gibran) atas kebijakan terbaru menghilangkan debat calon wakil presiden (cawapres).

“Bila debat cawapres dihilangkan oleh KPU, patut diduga untuk melindungi Gibran yang selama ini dikenal miskin narasi dan pasti akan dirujak oleh 2 cawapres lainnya,” kata politikus Partai Ummat Buni Yani di akun Twitter-nya, Jumat (1/12/2023).

Kata Buni Yani, KPU sebagai pelaksana pemilu harus adil dengan mengadakan debat sesama cawapres agar publik bisa menilai kualitasnya.

Baca juga:  Survei Litbang Kompas Suara Ganjar-Mahfud Rontok di Jateng, PPJNA 98: Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

“KPU sebaiknya bertindak adil dan berdiri di tengah. Publik berhak tahu kualitas semua cawapres,” tegas Buni Yani.

KPU memutuskan lima kali debat Pilpres 2024 semuanya akan dihadiri secara bersamaan oleh pasangan capres-cawapres. Tidak ada putaran debat secara terpisah yang khusus hanya dihadiri capres atau cawapres seperti pada Pilpres 2019.

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari menjelaskan, lima putaran debat pada dasarnya terdiri atas tiga kali debat antarcapres dan dua kali antarcawapres. Kendati begitu, dalam lima kali debat itu pasangan capres-cawapres selalu hadir bersamaan. Hanya porsi berbicaranya yang dibedakan.

Baca juga:  Tepuk Tangan Meriah untuk PDIP dan Jokowi

“Lima kali debat itu pasangan calon semuanya hadir. Hanya saja, proporsi bicaranya yang berbeda. Pada saat debat capres, maka proporsinya capres untuk bicara lebih banyak. Ketika debat cawapres proporsinya untuk cawapres lebih banyak,” kata Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU RI, Jakarta, dikutip Jumat (1/12/2023).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *