Jebakan Oligarki Taipan untuk Anies Baswedan

Rocky Gerung dalam podcast Kamis, 16 February menyatakan sangat kecewa dengan statemen Anies yang akan meneruskan proyek IKN dan Undang-undang Cipta Kerja jika itu memang sudah jadi Undang-undang. Saking kecewanya sampai-sampai judul podcastnya : TERNYATA ANIES BUKAN ANTITESA JOKOWI ?

Rocky Gerung juga mengkritik Nasdem yang partainya di DPR ikut bergabung dengan partai lain yang meloloskan Undang-undang Cipta Kerja dan IKN. Nasdem juga bagian dari partai yang setuju BBM naik.

Saya mencoba mencari dalam jejak digital tentang pernyataan Anies tersebut, benarkah Anies pernah menyatakan itu ? Sampai sekarang saya belum menemukannya, kecuali komentar Anies ketika hadir dalam Rakernas Partai Umat. Ketika Anies ditanya soal IKN, Anies enggan mengomentarinya karena belum jadi capres resmi dari KPU. Apakah sahabat pernah membaca statemen Anies tersebut yang sangat dikritik oleh Rocky Gerung ? Mari kita kritisi bersama

Jika apa yang disampaikan Rocky Gerung benar, saya termasuk orang yang sangat kecewa terhadap pernyataan Anies, karena saya sudah yakin kalau Anies adalah _antitesa_ Jokowi. Kalau Anies bukan Antitesa Jokowi, kata Rocky, apa bedanya Anies dengan Jokowi dan Ganjar. Bahkan jika itu benar terjadi, Anies disebutnya tak ubahnya Ganjar kecil.

Baca juga:  Makan Siang di Istana: Anies Head To Head dengan Jokowi

Sejauh yang saya pahami dari sikap Anies selama ini, memang Anies adalah _antitesa_ Jokowi. Dan rakyat menginginkan Anies adalah _antitesa_ Jokowi, setelah terbukti bahwa hampir seluruh program dan kebijakan Jokowi hanya untuk melayani oligarki taipan, bukan untuk kepentingan rakyat. Bahkan di era Jokowi rakyat sengaja dimiskinkan agar ada sikap ketergantungan kepada Pemerintah sehingga mudah dipermainkan. Di tangan Jokowi Indonesia diambang kehancuran dalam semua aspek kehidupan.

Saya, dan tentunya para pendukung Anies sangat yakin kalau Anies tidak akan tunduk kepada oligarki taipan yang telah menghisap darah rakyat Indonesia dan memporak-porandakan Indonesia menjadi negeri terjajah. Para oligarki taipan ini lebih kejam dari penjajah Belanda. Jika tahun 2024 cengkeraman oligarki taipan ini tidak bisa diputus, selamanya Indonesia bakal dijajah China. Jadi kesempatan melawan oligarki taipan hanya sekarang, _now or never_

Undang-undang IKN dan Cipta Kerja sangat tidak pro rakyat hanya melayani para cukong China. Selain itu, IKN adalah proyek ambisius Jokowi yang memiliki segudang masalah baik dari sisi peruntukannya, sumber pendanaan, amdal, perampasan tanah warga dan adat, lokasi rawan banjir, lokasi terkucil yang para ASN enggan ke sana, sehingga proyek ini dipastikan bakal mangkrak karena semua investor pada lari walaupun sudah diobral semurah-murahnya.

Baca juga:  Presiden Jokowi Nilai Megawati Sosok Pejuang Demokrasi

Oleh karena itu, proyek IKN adalah proyek untuk kepentingan China, yang sekarang pun para TKA China sudah berduyun-duyun masuk ke Indonesia. Ke depan jika IKN diteruskan hanya akan menjadi ibukota indochina, seperti negara dalam negara. Rakyat pribumi akan tersisih dan hanya menjadi “budak-budak” China, seperti yang terjadi di Singapura. Para anggota DPR yang telah mengesahkan UU IKN dan Cipta kerja adalah para pengkhianat bangsa yang menjual harga diri bangsa untuk kepentingan kekayaan pribadi.

Walaupun proyek IKN dan Cipta Kerja sudah diundangkan tetap harus dilawan, karena semuanya hanya pesanan oligarki taipan yang sangat merugikan rakyat. Undang-undang IKN dan Cipta Kerja adalah jebakan oligarki taipan untuk prrsiden pengganti Jokowi. Jika diteruskan akan terus menjerat rakyat.

Semua relawan dan pendukung Anies menolak proyek IKN dan UU Cipta Kerja.

Semoga jika Anies sudah jadi Presiden tidak terjebak program-program oligarki para taipan komunis.

Bandung, 26 Rajab 1444
Sholihin MS


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *