by

Lieus Sungkharisma: Ledakan di Debat Capres, Bukti Lemahnya Pengamanan Presiden dan Paslon Presiden RI

Lieus Sungkharisma (IST)

Ledakan cukup keras yang terjadi saat berlangsungnya debat Calon Presiden di Golden Grand Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2) bukan saja mengagetkan warga yang sedang nonton bareng debat tersebut, tapi juga membuat banyak pihak berspekulasi tentang lemahnya kinerja pengamanan Presiden dan Calon Presiden di negeri ini.

Ledakan cukup keras itu bahkan membuat warga yang sedang nonton bareng acara debat antara Capres Jokowi dan Prabowo Subianto parkir Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta lari kocar kacir dan berhamburan.

Bahkan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengaku, meski samar-samar ia sempat mendengar ledakan saat debat capres berlangsung di dalam ruang Golden Grand Ballroom, Hotel Sultan.

Baca juga:  Ngeri, Rezim Jokowi tak Ada Bedanya dengan Kompeni Belanda

Koordinator Forum Rakyat Lieus Sungkharisma menyayangkan terjadinya peristiwa itu dan menyesalkan lemahnya kinerja intelijen dan aparat keamanan dan mengamankan Presiden dan Calon Presiden saat ini.

“Bayangkan, saat dua calon presiden sedang memaparkan visi misinya dan menyampaikan pandangannya tentang masa depan Indonesia, tiba-tiba terjadi ledakan tak jauh dari lokasi dimana debat kedua calon presiden itu berlangsung. Ngeri membayangkan kalau saja ledakan itu ternyata bom dan meledak di lokasi debat,” kata Lieus.

Padahal, tambah Lieus, sepengetahuannya, dalam setiap kegiatan yang dihadiri presiden atau calon presiden, biasanya dalam radius sekian ratus meter dari lokasi sudah diseterilkan. “Tidak bisa sembarang orang mendekat ke lokasi dimana presiden atau kepala Negara berada,” katanya.

Baca juga:  Sri Bintang: Buni Yani Harus Melawan Mafia Peradilan

Jadi, ujar Lieus, meskipun menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Purnomo ledakan di area Parkir Timur Senayan bersumber dari petasan, hal itu tetap tidak bisa dibenarkan. “Apalagi kabarnya ada korban yang sempat dilarikan ke rumahsakit. Jadi ngeri aja membayangkan kalau tiba-tiba ada sniper atau orang yang sengaja meledakkan bom,” ujar Lieus.

Belajar dari kasus ledakan di debat kedua itu, untuk debat berikutnya Lieus meminta agar areal di sekitar lokasi debat benar-benar diseterilkan. “Aparat keamanan harus bekerja ekstra keras. Sebab, apapun alasannya, pengamanan ini penting demi calon presiden kita. Jangan sampai setelah terjadi baru kita saling menyalahkan,” katanya.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed