
Saat ini ada operasi intelijen untuk memunculkan kebencian kepada KH Ma’ruf Amin karena memberikan maaf terhadap Sukmawati Soekarnoputri.
“Kalau mengikuti gendang pendukung Jokowi, maka akan diarahkan untuk membenci KH Maruf Amin. Ini skenario intelijen,” kata pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen, Selasa (10/4).
Kata Baidhowi, orang-orang yang menggiring opini untuk membenci KH Maruf Amin dulunya sangat benci terhadap Ketua Umum MUI karena dianggap menyudutkan Ahok dan membela Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Lihat saja, Jokower menyiapkan strategi kelompok oposisi diarahkan untuk membenci Kiai Ma’ruf dan dipublikan melalui akun Twitter mereka secara massif dan terstruktur. Opini yang dikembangkan kelompok oposisi benci ulama dan tidak menghormati Kiai NU dan lain-lain,” papar Baidhowi.
Menurut Baidhowi, Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI KH Cholil Nafis yang juga kader NU dan dekat dengan KH Maruf Amin sudah mengklarifikasi MUI tidak menghalangi proses hukum kasus Sukmawati.
“Habib Rizieq juga sudah meminta umat tidak perlu menghujat ulama yang berbeda pendapat. Dan untuk fokus kepada penista agama,” papar Baidhowi.
Kata Baidhowi, Jokower juga menyusup ke kelompok oposisi membuat rilis meminta KH Ma’ruf Amin mundur dari Ketua MUI karena menjabat sebagai dewan pengarah UKPPIP. “Itu gendang yang sedang dimainkan kelompok pro penguasa, umat Islam tak perlu ikut-ikutan,” pungkasnya.