ICW Tuding Prof Romli Sebar Berita Bohong

Romli Atmasasmita (IST)
Romli Atmasasmita (IST)

Pakar hukum pidana dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof Romli Atmasasmita dalam cuitan Twitter-nya menyebut Indonesia Corruption Watch (ICW) menerima dana Rp 300 juta dari luar. Namun ICW menepis itu berita bohong.

“Romli Atmasasmita menyebar berita bohong. ICW tidak pernah menerima dana hibah baik dari KPK ataupun dari luar negeri sekalipun,” ujar Ketua Kordinator ICW Adnan Topo Husodo di Jakarta, Ahad (2/7) dikutip dari Harian Nasional.

Adnan mengatakan, Romli salah tafsir dengan audit keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada ICW. Dia membenarkan adanya uang Rp 300 juta yang diterima ICW. Namun uang itu hasil saweran untuk pembangunan gedung KPK dari masyarakat yang sempat ditampung ICW.

“Rp 300 juta itu uang saweran untuk pembangunan gedung KPK. Saat itu memang belum ditransfer ke KPK karena mekanisme hibah sudah ada. Jadi ada aturan dimana masyarakat tidak bisa sumbang ke negara. KPK bingung terimanya gimana,” kata Adnan.

Baca juga:  KH Setya Novanto Resmi Masuk Tahanan KPK

Menurutnya, saat uang masih ditampung di ICW memang tercatat dalam audit BPK. Namun uang tersebut saat ini sudah ada ditangan KPK usai KPK berkordinasi membicarakan jalan keluarnya dengan Menteri Keuangan saat itu.

“Jadi uang itu pun sudah tidak ada lagi di ICW,” tegas Adnan.

Adnan menegaskan lembaganya tidak pernah mendapat kucuran darimanapun termasuk dari KPK sendiri.

Sebelumnya, Romli menunding ICW yang bekerja sesuai pesanan. ICW selalu mengawasi seluruh sektor. Namun apabila ada sektor yang tidak tersentuh lantaran baik KPK ataupum Kepolisian maupun Kejaksaan memang belum menindaklanjutinya. Salah satunya yaitu sektor migas.

Menurut Adnan, lembaganya sudah berulang kali merilis temuan di sektor migas namun lantaran kurang mendapat perhatian dari publik dan lembaga terkait maka temuan itu pun tak banyak difollow up.

Baca juga:  Ahok Siap Masuk Penjara Nih, KPK Akui Data Tempo Sama Terkait Dana Penggusuran dari Pengembang

Ia mengaku tidak mengetahui motif Romli membeberkan isu ini kembali. Namun dia menilai tidak tertutup kemungkinan juga ada keterlibatan dalam pesanan di pansus angket KPK di DPR yang saat ini bergulir. Apalagi Romli bersedia dimintai keterangannya oleh pansus.

“Ya kita ngga tahu motifnya dia apa. Tapi saat itu memang pernah digemborkan oleh Romli. Memang ngga berkembang isunya. Bahkan dia sempat adakan acara yang khusus mengusut dana ICW di Hotel Borobudur dulu itu biaya dari mana?  Jadi memang aji mumpung saja saat ini sedang ada pansus dia hembuskan lagi,” ujar Adnan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *