_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/09/","Post":"https://suaranasional.com/2017/09/24/megawati-tak-layak-dapat-gelar-dr-hc-dari-unp/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/09/24/megawati-tak-layak-dapat-gelar-dr-hc-dari-unp/a960dc560e443bdbdfcdf6f2a4336a05-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 24 September 2017
Breaking News
Home > Politik > Loyalis Badja tak Akui Anies-Sandi Pemenang & Usulkan Pemerintah DKI Bayangan

Loyalis Badja tak Akui Anies-Sandi Pemenang & Usulkan Pemerintah DKI Bayangan

Ahok-Djarot (IST)

Ahok-Djarot (IST)

Loyalis Basuki-Djarot (Badja) tidak mengakui Anies-Sandi sebagai pemenang Pilkada DKI Jakarta dan mengusulkan pemerintahan bayangan yang dipimpin paslon nomor 2.

“Kalau menangnya dengan intimidasi itu tidak fair. Kami loyalis Badja tidak mengakui pemerintahan Anies-Sandi di DKI,” kata loyalis Badja Chandra Septia Nugroho dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (27/4).

Kata Chandra, loyalis dan pendukung Badja mengusulkan perlu pemerintahan DKI Jakarta bayangan untuk menyaingi Anies-Sandi.

“Dengan kekuatan hampir 42 persen pendukung Badja, bisa menjadi kekuatan penyeimbang terhadap Anies-Sandi. Kami masih menganggap Badja itu gubernur yang sebenarnya,” jelas Chandra.

Menurut Chandra, saat Anies-Sandi berkuasa, lurah maupun perangkat birokrat lainnya lebih berpihak kepada Badja karena dalam memimpin lebih transparan dan antikorupsi.
“Anies-Sandi itu pemimpin yang penuh pencitraan dan tentunya berakibat buruk terhadap birokrat termasuk lurah bahkan tingkatan RT/RW,” pungkas Chandra.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum

  • Busyairi KSakera

    Pencitraan? Jieeeee…..ngomongin diri sendiri.Falsafah jari telunjuk bro…!!!

  • Kamshory Mas Roy

    Badja kalah karena mencoba menyuap warga pakai sembako tapi kadung ketahuan. Sembako tak sampai ke tangan warga tapi beritanya terlanjur tersiar.