_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/09/","Post":"https://suaranasional.com/2017/09/24/mendagri-minta-kekerasan-pki-di-film-g30spki-dihilangkan/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/logosn/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Monday , 25 September 2017
Breaking News
Home > Politik > Rakyat Makin Sengsara, Maret 2017 Gas Elpiji 3 Kg Naik Rp30 Ribu

Rakyat Makin Sengsara, Maret 2017 Gas Elpiji 3 Kg Naik Rp30 Ribu

14160_11-09-2015_16-35-56_-e1460187361625

Pemerintah akan menaikkan gas elpiji 3 kg Rp30 ribu pada Maret 2017.

”Elpiji 3 kg tetap satu harga. Jadi naik, tapi ada yang akan dapat subsidi,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja, Jakarta, Selasa (10/1).

Dia menyatakan masyarakat yang masuk kategori miskin dan UMKM yang berhak menerima subsidi elpiji 3 kg bisa membeli elpiji itu dengan menggunakan kartu yang dikeluarkan Kementerian Sosial (Kemensos).

Menanggapi kenaikan harga gas elpiji 3 kg, beberapa warga menyatakan keberatan walaupun nantinya menggunakan kartu khusus bagi keluarga miskin.

“Ini makin memberatkan, harga kebutuhan naik, gas naik, pendapatan tidak naik. Ini pemerintah makin mencekik rakyat,” ungkap Suwarti warga Pasar Minggu.

Suwarti mengatakan, ukuran miskin yang ditetapkan pemerintah untuk mendapatkan keringan membeli gas 3 kg tidak jelas. “Yang disebut miskin itu seperti apa? Belum lagi aturan yang ribet harus tanda tangan RT, RW sampai lurah,” papar Suwarti.

Pendapat sama juga dikemukakan Sudirman, mahasiswa di Jakarta. “Kalau gas 3 kg naik sangat memberatkan. Kalau saya mahasiswa yang masak ini masuk kategori miskin yang bisa mendapat subsidi gas atau tidak?” tanya Sudirman.

Menurut Sudirman, tugas negara dalam hal ini pemerintah membantu rakyatnya. “Selama ini subdisi yang dicabut belum dirasakan,” pungkasnya.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum