by

Progres 98: Kompas dan PMKRI adalah Jaringan Penista Agama

Faizal Assegaf
Faizal Assegaf

Tindakan fitnah yang dilakukan oleh Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) melaporkan Habib Rizieq Syihab ke polisi dengan tudingan menistakan agama tidak lepas dari misi terselubung politik Kompas. 

Media pembela Ahok tersebut adalah sumber masalah serius yang perlu disikapi secara tegas

Demikian dikatakan Ketua Progres 98 Faizal Assegaf dalam pernyataan kepada media, Jumat (31/12).

“Manuver PMKRI itu pembuka jalan bagi FPI untuk berhadapan dengan Kompas. Dan asal tahu aje, pendiri Kompas adalah Ouw Jong Peng Koen (PK Ojong),” ungkap Faizal.

Kata Faizal, PK Ojong merupakan satu dari sejumlah aktivis keturunan Cina yang punya andil besar dalam sejarah pembentukan PMKRI tahun 1947. 

Baca juga:  Bahtsul Masail Ulama Jatim & Madura Sebut Pidato Mega Indikasi Lecehkan Agama

Organisasi ini semula bernama Katholieke Studenten Vereniging (KSV) didirikan tahun 1928.

“KSV adalah kelompok pelajar Katolik binaan misionaris Belanda yang ikut berperan memperluas misi penjajahan di Indonesia. Tapi setelah ulama dan jutaan ummat Islam berhasil mengusir kolonial Belanda, KSV kemudian merubah identitasnya menjadi PMKRI,” jelasnya.

Faizal mengatakan di masa Orde Baru, salah satu tokoh PMKRI paling menonjol adalah Sofjan Wanandi bersaudara. Dalam kasus tragedi berdarah 1998, gedung milik para konglimerat Cina dibakar massa.

Selain itu, ia mengatakan pada tahun 1990 jaringan Kompas juga terlibat menyulut permusuhan dengan ummat Islam. Salah satu wartawannya bernama Arswendo Atmowiloto menistakan kesucian Nabi Muhammad SAW.

Baca juga:  KH Maruf Amin Direndahkan Ahok dan Pengacaranya, Aa Gym tak Terima

“Tindakan jurnalis Katolik tersebut membuat ribuan ummat Islam turun ke jalan melakukan protes dan nyaris Kantor Kompas diserbu serta dibakar massa. Namun Arswendo ditangkap dan dijebloskan ke penjara,” ungkapnya.

Menurut Faizal, Kompas juga terkenal gencar membela oknum penista agama alias Ahok dalam berbagai pemberitaan yang tendensius. Maklum mereka memiliki hubungan kuat dengan media milik Katolik tersebut sejak awal Pilkada DKI Jakarta lima tahun lalu.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed