by

Dosen UI Ini Minta Jokowi Penuhi Janjinya agar tak Ditanya di Akhirat

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (IST)

Bapak Presiden, masih ingatkah bapak saat ditanya bahwa bapak baru seumur jagung menjadi Gubernur DKI mau maju menjadi Presiden. Argumennya mengatakan bahwa lebih mudah mengurus Jakarta sebagai Presiden dibanding sebagai Gubernur. Masih ingat janji bapak Presiden?

Demikian pernyataan dosen Ilmu Politik Universitas Indonesia (UI) Chusnul Mar’iyah di akun Facebook-nya.

Kata Chusnul Kemacetan Jakarta tidak hanya karena banjir saja, tetapi banyak faktor yang menyebabkannya. Urban Consolidation Policy yang membangun kembali rumah-rumah penduduk di tengah kota tidak terjadi, atau kalau dibangun apartemen tempat tinggal untuk kelas menengah ke atas.

Baca juga:  Aktivis Malari 1974: Kebijakan Rezim Jokowi Munculkan Kemarahan Rakyat

“Pembangunan Rusunami (negara) dan dominasi Super Blok (swasta) tidak dapat dijangkau oleh kelas the have not,” ungkap Chusnul.

Chusnul meminta Presiden Jokowi wajib memikirkannya dan membuat kebijakan yang melayani rakyat, sekarang juga. “Dari pada nanti ditanya janji bapak saat di akherat, bagaimana? Bapak Presiden jangan pula melempar ke logika pasar atau logika liberalisme,” papar Chusnul.

Kata Chusnul, kalau Presiden tidak mau melihat rakyat mengamuk dan anarkis, maka mantan Wali Kota Solo itu harus lebih mendengarkan jeritan rakyat. “Merekalah sekarang berkompetisi dengan mempermainkan para buruhnya. Siapa yang paling dirugikan? Para buruh, bukan pengusaha yang masih bisa mendukung pilkada serentak 2017 yang akan datang,” pungkas Chusnul.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed