by

Ini dia asal mula Beras Plastik Berbahaya

beras-plastik-ditemukan-di-bekasi

Terungkapnya kasus baru yakni beredarnya beras plastik di kawasan Bantargebang Bekasi (18/05/2015) menunjukkan sedikit bukti bahwa beras plastic sudah beredar di Indonesia. Padahal kasus ini menjadi perhatian pada tahun 2011.

Hal ini membuat negeri Tiongkok kembali mendapat perhatian, karena di tahun 2011 memasarkan beras plastik. Beras sintetis ini dibuat dengan bahan-bahan nonberas dan resin sintetis yang sulit dicerna.

Kisah terungkapnya kasus beras plastik di kawasan Bantargebang Bekasi menunjukkan sedikit bukti bahwa beras plastic sudah beredar di Indonesia. Padahal kasus ini menjadi perhatian pada tahun 2011.

Diberitakan dari Weekly Hongkong (2/11/2011) beras plastik ini dijual di Taiyuan, Tiongkok di propinsi Shaanxi. Bahan pembuatnya terdiri dari kentang, ubi jalar dan resin sintetis yang dipakai dalam industri. Karenanya beras plastik ini jika dimasak akan tetap sulit dicerna.

Baca juga:  Anggota Polsek Ngimbang Lamongan Shalat Subuh Berjamaah

Dengan keuntungan yang menggiurkan seperti ongkos produksi yang rendah dan harga yang murah maka keuntungan yang besar menjadi alasan untuk memproduksi beras plastik ini.

Chinese Restaurant Association mengatakan bahwa menyantap 3 mangkuk nasi dari beras ini akan sama dengan makan satu buah kantong plastik besar. Penyidikan kasus inipun sudah dilakukan pemerintah setempat pada saat itu.

Seperti kami ketahui Tiongkok memang dikenal sangat buruk dalam urusan keamanan pangan. bahkan dahulu pernah terjadi kasus susu bayi bercampur melamin yang memakan korban 6 orang baya, dan lebih dari 300 ribu bayi mengalami gangguan fungsi ginjal.

Baca juga:  Teror Bom Gereja di Medan, Operasi Intelijen Hitam Sudutkan Islam dan Alihkan Perhatian Kasus Penguasa

Melihat hal itu, pada bulan Juli 2010, Global Times melaporkan perusahaan di Xian, Saanxi karena terlibat kasus penambahan perasa pada beras agar bisa dijual dengan harga mahal. Beras mahal palsu ini dikenal dengan merk ‘Wuchang rice’.

Meskipun pelaku tersebut sudah mendapat ancaman hukuman penjara yang berat, tapi kasus keamanan pangan masih kembali terjadi.

[EPSB]

[/EPSB]

 

loading...
Loading...

News Feed