Kecewa, Ribuan Nelayan Demo Menteri Susi, di Kawasan Gambir

Massa berkumpul di depan Masjid Istiqlal (Foto: Maria Fransisca/pasangmata)
Massa berkumpul di depan Masjid Istiqlal (Foto: Maria Fransisca/pasangmata)

Jakarta – Ribuan nelayan pagi ini berdemo ke kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Menurut pihak kepolisian, akibat aksi tersebut jalan di depan kantor KKP, yakni Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, akan ditutup.

“Kemarin sih rencana kalau mampu akan dimasukkan ke dalam (kantor KKP). Tapi ada kemungkinan ditutup, pada susah diatur, ini mereka jalan aja nutup jalan. Tapi lihat perkembangan,” ujar petugas Polsek Sawah Besar, Aiptu Budi seperti kami kutip di detikCOM, Kamis (26/2/2015).

Baca juga:  Gerombolan Demo Tolak Hak Angket Akui Dibayar Rp100 Ribu

Para pendemo yang tergabung dalam Front Nelayan Bersatu tersebut pagi ini sudah menyebabkan kemacetan. Mereka sudah berkumpul di depan Masjid Istiqlal sejak sebelum pukul 07.00 WIB dan saat ini sedang menuju kantor KKP. Mereka mendapat pengawalan ketat dari personel kepolisian.

“Di Istiqlal titik kumpul, sekarang sudah mulai bergerak. Ada 6.000-7.000 orang, ada yang dari Brebes, Cirebon, Rembang. Bikin macet,” tutur Budi.

“Macetnya lumayan parah, ketutup (jalannya). Mereka nutup jalan ketika bergerak. Pucuknya sudah sampai di depan Stasiun Gambir, ekornya masih di Pejambon,” lanjutnya.

Baca juga:  Polisi Siapkan 2 Water Cannon dan 4 Barracuda Jelang Aksi 287

Diketahui demo ini terkait Front Nelayan Bersatu menentang kebijakan Menteri KKP Susi Pudjiastuti yang menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) tentang larangan penggunaan cantrang, atau jenis trawl yang telah dimodifikasi untuk menangkap ikan.