Sudah Berhenti Makan Nasi tapi Perut Masih Buncit? Ini Penyebabnya Menurut Dokter Gizi

Mengapa Perut Tetap Buncit Meski Tanpa Nasi Putih?

Menghilangkan nasi putih dari menu harian sering kali dijadikan langkah utama bagi banyak orang yang ingin mengecilkan perut buncit. Namun, tidak sedikit yang merasa heran dan frustrasi karena lingkar pinggang tak kunjung berkurang, meskipun sudah tidak lagi mengonsumsi nasi sama sekali.

Spesialis Gizi Klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa menghentikan konsumsi nasi putih secara mendadak tidak serta-merta membuat perut otomatis menjadi kempes. Penyebab utamanya kerap dipicu oleh kebiasaan mengganti nasi dengan jenis karbohidrat lain yang justru memiliki kalori tinggi.

Baca juga:  Waspada! 7 Makanan yang Tanpa Disadari Bisa Merusak Kesehatan Usus

Jebakan Karbohidrat Sederhana yang Jarang Disadari

Banyak orang menganggap nasi putih sebagai musuh utama dalam program penurunan berat badan, tetapi malah beralih ke makanan olahan tepung. Makanan seperti mi, gorengan, roti, bakso, siomay, hingga dimsum sebenarnya termasuk dalam kategori karbohidrat sederhana (simpleks).

Dampak Karbohidrat Simpleks Terhadap Lemak Perut

Menurut dr. Yaze, mengonsumsi olahan tepung secara rutin dapat menggagalkan usaha memangkas lemak di perut. Karbohidrat simpleks cenderung lebih cepat dicerna oleh tubuh, sehingga menyebabkan kadar gula darah melonjak dan turun dengan cepat. Akibatnya, Anda akan lebih cepat merasa lapar dan terdorong untuk makan kembali, yang secara tidak sadar menambah asupan kalori harian.

Baca juga:  Viral ala Idol K-Pop, Benarkah Ear Seeds Ampuh Bantu Turunkan Berat Badan?

Nasi Putih Bukan Makanan ‘Haram’ Saat Diet

Menjawab ketakutan masyarakat terhadap konsumsi nasi, dr. Yaze menegaskan bahwa nasi putih bukanlah makanan berbahaya yang wajib dipantang secara ekstrem. Nasi tetap aman dikonsumsi selama tidak berlebihan.

Kunci utama untuk mengeliminasi perut buncit bukanlah memusuhi atau menghentikan asupan nasi secara total, melainkan mengontrol porsi makan dan membatasi konsumsi makanan olahan tepung yang tinggi kalori.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News