Persela Lamongan Gagal Kudeta Puncak Klasemen, Deltras FC Pulang dengan Satu Poin dari Surajaya

Persela Lamongan harus puas berbagi angka dengan Deltras FC setelah kedua tim bermain imbang 1-1 pada pekan kelima Liga 2 Championship, Minggu (11/10/2026). Hasil duel panas Derby Jawa Timur di Stadion Surajaya, Lamongan, tersebut membuat Laskar Joko Tingkir gagal merebut puncak klasemen sementara Grup Timur (Grup B).

Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal. Persela tampil agresif dengan berupaya menguasai jalannya laga dan membangun serangan demi serangan. Namun, rapatnya pertahanan Deltras FC membuat sejumlah peluang tuan rumah belum mampu dikonversi menjadi gol hingga babak pertama berakhir dengan skor kacamata, 0-0.

Petaka bagi tim tamu datang pada menit ke-37. Pemain Deltras FC, I Komang Ananta, harus meninggalkan lapangan lebih awal setelah wasit mengganjarnya dengan kartu merah akibat insiden yang melibatkan pemain Persela, Hambali Tolib. Keputusan tersebut membuat Deltras harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain.

Unggul jumlah pemain, Persela semakin meningkatkan intensitas tekanan. Dukungan belasan ribu pasang mata yang memadati tribun Stadion Surajaya turut membakar semangat para pemain tuan rumah untuk memburu kemenangan.

Baca juga:  Bantai PSBS Biak 6-0, Laskar Joko Tingkir Porak-Porandakan Gawang Lawan

Tekanan Persela akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53. Wasit menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah. Junior Cabral yang dipercaya menjadi algojo menjalankan tugasnya dengan baik. Eksekusinya sukses mengoyak jala Deltras FC sekaligus membawa Persela unggul 1-0.

Gol tersebut disambut gegap gempita suporter Laskar Joko Tingkir yang berharap tim kebanggaannya mampu mengamankan tiga poin sekaligus mengambil alih posisi teratas klasemen sementara.

Namun, keunggulan Persela ternyata belum cukup untuk memastikan kemenangan. Deltras FC yang bermain dengan sepuluh orang justru menunjukkan daya juang tinggi dan tetap berusaha mencari celah di pertahanan tuan rumah.

Harapan kemenangan Persela buyar pada menit ke-84. Achmad Dwi berhasil melepaskan tendangan keras yang berujung gol penyeimbang bagi Deltras FC. Skor berubah menjadi 1-1 dan bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Persela yang berpeluang memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengamankan poin penuh di kandang sendiri. Sebaliknya, Deltras FC menunjukkan ketahanan mental dengan mampu mencuri satu poin di tengah tekanan publik Surajaya.

Hasil imbang tersebut membuat persaingan papan atas Grup B semakin menarik. Berdasarkan data klasemen yang disampaikan, Deltras FC masih bertahan di puncak dengan koleksi 13 poin, sedangkan Persela Lamongan membayangi di posisi berikutnya dengan 12 poin.

Baca juga:  Jelang Kedatangan Pemain, Mess Persela Lamongan Mulai Direnovasi

Kegagalan meraih kemenangan membuat Persela belum mampu menggeser Deltras dari singgasana klasemen. Satu poin yang diperoleh kedua tim sekaligus menegaskan bahwa persaingan menuju posisi teratas masih terbuka dan setiap pertandingan memiliki arti penting.

Di balik panasnya persaingan selama 90 menit, Derby Jawa Timur ini juga menyuguhkan pesan sportivitas dari kedua kelompok suporter. Setelah pertandingan berakhir, para pendukung kedua tim saling memberikan apresiasi.

Pesan bahwa rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan, sementara persaudaraan tetap menjadi yang utama, kembali digaungkan oleh kedua kelompok suporter.

Sepak bola boleh menghadirkan persaingan sengit, emosi, dan ambisi untuk menang. Namun, ketika peluit panjang dibunyikan, nilai persaudaraan dan penghormatan terhadap sesama tetap menjadi bagian penting dari sepak bola Indonesia.

Persela memang gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri. Akan tetapi, semangat dukungan publik Lamongan dan sikap sportif para suporter menjadi catatan positif dari duel yang berakhir sama kuat tersebut.

Pewarta: Hadi Hoy

Simak berita dan artikel lainnya di Google News