Menghadap Xi Jinping, Pengamat: Prabowo Presiden Terpilih Secara Curang Dikendalikan China

PrabowPrabowo Subianto yang menghadap Xi Jinping menunjukkan mantan Danjen Kopassus yang terpilih menjadi presiden secara curang dikendalikan China.

“Akhir Maret 2024 ini Prabowo Subianto yang “dimenangkan KPU” dipanggil untuk menghadap “Kaisar” Xi Jinping pula. Ini merupakan Prabowo Presiden yang harus “dikendalikan”. China berkepentingan mencari sekutu strategis untuk pengembangan dan penguasaan kawasan,” kata pengamat Politik dan Kebangsaan Rizal Fadhillah kepada redaksi www.suaranasional.com, Senin (1/4/2024).

Kata Rizal, China berkepentingan mencari sekutu strategis untuk pengembangan dan penguasaan kawasan.

“Rakyat jadi bertanya apakah “kemenangan palsu” Prabowo Gibran itu atas bantuan China ? Yang jelas ada keterlibatan perusahaan China Alibaba Cloud milik Jack Ma dalam proses penghitungan suara Sirekap. Jokowi secara resmi telah mengangkat Jack Ma sebagai Steering Committee E-commerce Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga:  Cokro TV Milik Pendukung Jokowi Dukung Komunis?

Indonesia sudah terlalu banyak dirampok oleh China dengan bahasa “kerjasama”, “investasi”, “persahabatan” atau lainnya. Jokowi telah “menyerahkan” kedaulatan rakyat kepada oligarki jaringan China. Untuk pabrik gelas kaca China Rempang “diserahkan” 17.000 hektar dengan komitmen mengusir pribumi.

“Begitu juga Beijing mendapat tawaran untuk berbagai proyek besar IKN Kaltim, bahkan boleh mulai dari tahap perencanaan. Lalu, KA Whoosh dan berbagai pekerjaan yang melibatkan TKA China. Belum lagi industri Morowali dan Kendari Sulawesi. Patut dicurigai dibalik konsep hilirisasi ada Chinaisasi,” paparnya.

Prabowo kini berhangat-hangat dengan China seakan-akan siap melanjutkan program hilirisasi berbasis Chinaisasi ala Jokowi. Pertemuan dengan Kepala Negara Xi Jinping merupakan sinyal arah kebijakan luar negeri Prabowo Gibran jika “kemenangan KPU” mendapat ketukan palu berikut.

Baca juga:  Tinggalkan Cak Imin dan Pilih Erick Thohir, Pemuda Aswaja: Prabowo akan Kalah

Rakyat Indonesia wajib untuk mempertanyakan penguatan poros Jakarta-Beijing. Harus ditolak. Sadarkah kita bahwa penghianatan PKI dahulu berawal dari poros Jakarta-Beijing seperti ini ? Mana TNI, Polisi dan Politisi “merah putih” ? Sudah hilangkah warna putih dan hanya menyisakan merah ?

Atau memang sudah tahap mengibarkan bendera putih untuk merahnya China. Menyerah kalah dan rela untuk dijajah.

“Rakyat Republik Indonesia harus siap siaga untuk melawan kebijakan China lagi China lagi. Stop dan lengserkan siapapun pemimpin yang menjadi boneka China,” pungkasnya.