Aliansi Dosen, Guru Besar dan Mahasiswa UNJ akan Demo Tolak Kecurangan Pemilu 2024

Pengumumam yang didapat redaksi www.suaranasional.com aliansi dosen, guru besar dan mahasiswa UNJ akan berdemo menolak kecurangan Pemilu 2024. Demo akan dilaksanakan pada Rabu 28 Februari 2024 jam 14. 00 sampai selesai.

Adapun tempat demo di depan halte TransJakarta Rawamangun Jakarta Timur. Adapun yang bertanggungjawab acara ini bernama Kholid.

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) bersama Indonesian Corruption Watch (ICW) menemukan 310 dugaan pelanggaran dalam pemilihan umum (pemilu) 2024.

“Secara umum, kami menemukan sebanyak 310 peristiwa dugaan kecurangan meliputi pelanggaran netralitas, manipulasi suara, penggunaan fasilitas negara oleh kandidat, politik uang hingga bentuk-bentuk kecurangan lainnya,” kata Wakil Ketua Koordinator Kontras Andi Rezaldy dalam keterangan tertulis, Jumat (23/2/2024).

Baca juga:  BBM, Pajak dan Kebutuhan Pokok Naik, Politikus Golkar: Kado Terindah Jokowi ke Rakyat Sambut Ramadhan

Andi mengatakan, beberapa kecurangan bersifat struktural karena melibatkan aparat seperti penyelenggara pemilu, struktur pemerintahan atau aparatur sipil negara.

Sebagai contoh, pengerahan pejabat desa untuk mendukung pasangan calon nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lewat deklarasi Desa Bersatu yang digelar 17 Desember 2023.

“Selain itu, pengerahan sejumlah Kepala Desa untuk memilih 02 dengan berbagai ancaman oleh petinggi asosiasi desa juga terjadi seperti halnya yang dialami oleh Kepala Desa di Ngawi,” kata Andi.

Pengerahan tersebut juga terjadi di tingkat bawah hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Baca juga:  Dhani Divonis Bersalah, Lieus: UU ITE Pilih Kasih

Tercatat 34 kasus dugaan kecurangan yang melibatkan anggota KPPS yang terungkap ke publik. “Berdasarkan poin-poin yang dijelaskan di atas, kami menilai sudah sewajarnya publik mempertanyakan hasil Pemilu, berangkat dari proses yang diduga curang dan bermasalah,” imbuh dia.

“Lebih lanjut, kami menilai bahwa KPU tidak maksimal menjalankan tanggung jawabnya sebagai penyelenggara Pemilu, di sisi lain Bawaslu dalam kapasitasnya sebagai pengawas Pemilu, tampak disfungsional. Sehingga, kami pun menilai bahwa Pemilu 2024 dapat dikategorikan sebagai Pemilu terburuk di era reformasi,” tandas Andi.