Anies Dilaporkan Soal Nama AMIN, Upaya Pojokkan Paslon Nomor 01

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)_

Blunder Zulkifli Hasan (Zulhas) yang melecehkan surat Al-Fatihah dan telunjuk jari ketika tahyat dalam shalat, dicoba diputarbalikkan kader Demokrat dan Gelora yang justru menyalahkan Anies yang membuat singkatan AMIN.

Merasa panik dan kalah bersaing dalam berbagai hal, kubu paslon 02 mencoba mencari celah untuk menjatuhkan paslon 01. Setelah Anies dilaporkan ke Bawaslu karena dianggap mempermainkan Prabowo dalam pidatonya, kini Anies dilaporkan karena menggunakan kependekan nama AMIN.

Sangat lucu juga orang yang mencoba “menjatuhkan” paslon 01 gara-gara penggunaan nama AMIN, bapernya kelewatan.

Ada beberapa hal yang perlu dipahami bagi yang belum paham penggunaan kata AMIN.

Pertama, Penggunaan nama Amin memang sesuai dengan kependekan namanya A(nies) (Muhai) min

Ini seperti keberulan, tapi ini bagian dari karunia Allah. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini.

Baca juga:  Pancasila, Hidup atau Mati?

Kedua, Nama Amin sangat mudah dingat karena pendek dan familiar

Sangat mudah diingat dan banyak disebut orang Islam. Nama Amin banyak digunakan untuk nama orang.

Ketiga, Nama AMIN banyak makna, tapi semuanya artinya positif

Kata amin secara bahasa Arab bisa bermakna : ucapkanlah aamiin, berimanlah, atau aman

Tapi mana pun makna dari kata AMIN, tidak berkaitan dengan maka-makna tersebut, ini semata-mata karena dua alasan : mudah diucapkan, sesuai dengan singkatan nama Anies Muhaimin.

Keempat, Nama AMIN secara bahasa Al-Quran tidak sama dengan kata Aamiin (pakai mad/panjang) yang terdapat dalam Surat Al-Fatihah

Dalam bahasa Arab perbedaan panjang pendek, makhraj huruf, dan sama bunyinya tapi beda hurufnya memiliki makna yang jauh perbedaannya.

Aamiin (dengan bunyi mad/panjang) ini bagian dari surat Al-Alfatihah. Sedangkan AMIN (singkatan paslon 01) tanpa mad/panjang bukan bagian dari surat Al-Fatihah.

Kelima, Soal agama dan ibadah jangan dibawa-bawa ke politik sempit

Baca juga:  Ruang Ketiga yang Membahagiakan Rakyat

Tidak perlu merubah amalan shalat atau ibadah gara-gara ada kemiripan dalam istilah. Apalagi sampai harus merubah tata cara shalat karena alergi dengan istilah yang dipakai paslon lain. Jika misalnya ada singkatan *ALHAMDU* lalu surat Al-Fatihah harus diubah ?

Sungguh pemikiran yang sangat picik. Orang yang menyebut Anies menistakan Agama, sekedar upaya memutarbalikkan fakta.

Ibadah itu bukan mengutamakan penampilan lahir, tapi perlu keikhlasan dan kekhusyuan. Jangan mempolitisasi Agama hanya karena urusan uang, jabatan, kekuasaan, dan ambisi.

Semoga Allah menampakkan yang benar itu benar adanya dan dimudahkan untuk mengikutinya, dan menampakkan yang salah itu salaj adanya, dan dimudahkan untuk menjauhkannya. Aamiin

Bandung, 11 J. Akhir 1445

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *