Beberapa Bu Nyai yang Ikut Pertemuan dengan Gibran di Solo Akui Dapat Uang Saku

Beberapa Bu Nyai yang ikut pertemuan dengan calon wakil presiden Gibran Rakabuming Roko di Hotel Aston Solo mengaku mendapat uang saku dan transport.

“Dapat uang saku termasuk transport saat silaturahmi dengan Mas Gibran di Solo,” kata salah satu Bu Nyai yang tidak mau disebutkan namanya kepada redaksi www.suaranasional.com, Kamis (15/12/2023).

Bu Nyai itu mengaku tidak mendapat secara langsung uang saku dari Gibran. “Setelah pulang kami mendapat uang saku dari timnya Mas Gibran,” ungkapnya.

Kata Bu Nyai yang mengaku dari Karanganyar, Mas Gibran secara tidak langsung meminta dukungan para istri kiai di Pilpres 2024. “Mas Gibran khan santun, dalam menyampaikan dengan bahasa yang tidak langsung meminta dukungan. Tapi kami sudah paham,” jelasnya.

Bu Nyai lainnya yang juga tidak mau disebutkan namanya mengaku mendapat uang setelah bersilaturahmi dengan Gibran. “Setelah makan, ada pihak panitia yang memberi kami uang,” tegasnya.

Gibran Rakabuming Raka melakukan silaturahmi dengan lebih kurang 125 Bu Nyai, yaitu istri dari pengurus pondok pesantren dan majelis taklim dari 13 Kabupaten di Hotel Aston Solo, Kamis (14/12/2023). Silaturahmi tersebut selain bertujuan untuk mendengar masukan para Nyai terkait masalah keumatan.

Baca juga:  Lieus Sungkharisma Dukung Keinginan Menteri Agama Jadikan Borobudur Rumah Ibadah Umat Buddha se-Dunia

“Terima kasih Bu Nyai sudah datang jauh-jauh ke Solo dan juga meminta para bu Nyai untuk tidak buru2 pulang, agar bisa menikmati banyak destinasi baru dan event di kota Solo,” ujar Gibran.

Dalam sambutannya, Gibran menyinggung soal terjadinya revolusi industri menuju 5.0, dimana para santri di Pondok Pesantren juga harus memiliki kemampuan dan kekuatan yang sama agar mampu bersaing dengan jenjang pendidikan umum. Wali kota Solo ini berharap, para Bu Nyai bisa sama-sama berusaha untuk meningkatkan kualitas SDM Pondok Pesantren agar mampu bersaing dalam memenuhi kebutuhan SDM unggul di Indonesia nanti.

“Setiap santri yang di pondok itu harus 5.0 (melek teknologi),” tutur Gibran.

Inisiator Forum Pengasuh Majelis Taklim, Arifatun Choiri Fauzi mengapresiasi kehadiran Gibran untuk bersilaturahmi dengan para Bu Nyai. Ia menegaskan, pertemuan tersebut adalah silaturahmi antara Nyai dengan Walikota Solo, dan bicara tentang pesantren tanpa ada agenda kampanye politik terkait Pemilihan Presiden.

Baca juga:  Tak Masalahkan Ateis, Dewan Pakar ICMI: Deputi UKP-PIP Bahayakan NKRI & AntiPancasila

Arifatun juga menyampaikan harapan Gibran, agar para santri di Pondok Pesantren bisa setara dengan siswa lain pada umumnya. Hal-hal tersebut, kata dia, diapresiasi oleh para Bu Nyai.

“Bu Nyai juga menyampaikan beberapa hal kepada Mas Gibran, yakni terus semangat, ingat dengan masyarakat kecil, ibadahnya dan shodaqohnya jangan lupa, terus yang paling penting tadi adalah kita berdoa,” tuturnya.

“Yang menjadi poin sentral, yang menjadi catatan bagus dari Ibu-ibu disini adalah bagaimana Mas Gibran ingin memprioritaskan santri-santri sekarang ini harusnya juga punya ketrampilan yang sama dengan yang berada di luar pesantren,” Arifatun melanjutkan.

Acara silaturahmi teraebut kemudian ditutup dengan acara foto bersama dan pembacaan doa. Gibran juga berkesempatan melakukan swafoto dengan para Bu Nyai sebelum meninggalkan tempat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *