Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp17,89 T, Pengamat Kebijakan Publik: Utang China Ditanggung Rakyat Indonesia

Rakyat Indonesia harus menanggung utang dari China atas membengkaknya biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi Rp17,89 triliun

“Artinya utang baru lagi dan yang menanggung rakyat Indonesia. Cuan China naik lagi dari pengelembungan kredit dan fee untuk kontraktornya yang bekerja lebih lama,” kata pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto di akun Twitter-nya, Selasa (11/4/2023).

Kata Gigin, China mendapat banyak keuntungan dari proyek cepat Jakarta-Bandung.

“Setelah selesai dapat cuan lagi dari fee operasional kereta. Jinping memang jago,” jelasnya.

Baca juga:  Luhut dan Jokowi yang Seharusnya Tinggal di China

Pemerintah Republik Rakyat China dan Pemerintah Republik Indonesia telah menyepakati cost overrun (pembengkakan biaya) megaproyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung (KCJB). Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan pers di kantor Kemenko Marves, Jakarta, Senin (10/4/2023).

“Tim teknis dari kedua negara telah menyepakati cost overrun sebesar US$ 1,2 miliar (Rp 17,89 triliun),” ujarnya.

Menurut Luhut, angka itu bersumber dari audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan auditor Pemerintah RRC.

Baca juga:  Tancap Gas, MES akan Bentuk Pengurus di Seluruh Kabupaten/Kota

“Jadi itu hasil dari audit kita, dari mereka, detail dari kedua pihak, kita sepakat angkanya US$ 1,2 miliar (Rp 17,89 triliun),” katanya.

Dalam kesempatan itu, Luhut berharap KCJB mulai operasional Agustus 2023 sebagai hadiah HUT ke-78 RI.