Koalisi Perubahan akan Bubar Hanya Rumor

Koalisi Perubahan yang coba diinisiasi Nasdem Demokrat, dan PKS akan bubar tampaknya hanya rumor belaka. Tim kecil dari tiga partai itu terus berkomunikasi untuk mematangkan pembentukan koalisi perubahan. Infonya, persiapan yang ditangani tim kecil sudah mendekati final.

Demikian dikatakan pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga dalam pernyataan kepada redaksi www.suaranasional.com, Kamis (13/1/2023).

Kata Jamiluddin, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sudah siap untuk bertemu. Pertemuan tiga petinggi partai itu hanya menunggu kepulangan Surya Paloh dari Eropa.

Baca juga:  Surya Paloh dan HRS

“Kalau tiga petinggi partai itu sudah mau untuk bertemu, itu artinya persiapan deklarasi koalisi dinilai sudah matang. Apalagi SBY, sosok sangat hati-hati dan penuh pertimbangan, tidak akan mau bertemu dengan petinggi Nasdem dan PKS bila belum ada kesepakatan dan kepastian terbentuknya koalisi,” paparnya.

Pertemuan SBY, Surya Paloh, dan Salim Segaf tampaknya akan memutuska waktu deklarasi koalisi perubahan. Dalam deklarasi kemungkinan hanya menyebut capres. Sementara untuk cawapres akan menyusul setelah terlihat pasangan capres yang diusung kompetitor.

Kata Jamiluddin, deklarasi koalisi dan capres sebaiknya sebelum bulan ramadhan. Hal itu diperlukan agar partai koalisi cukup waktu mensosialisasikan Anies Baswedan sebagai capres.

Baca juga:  Demokrat Berpotensi Dapat Jatah Menteri

“Sebab, waktu kampanye capres yang relatif singkat, tentu tidak cukup memperkenalkan Anies. Waktu hanya hanya tiga bulan, tentu sulit memperkenalkan Anies secara langsung ke semua provinsi di tanah air,” pungkasnya.