Demokrat Berpotensi Dapat Jatah Menteri

Partai Demokrat berpotensi mendapat jatah menteri jika sampai Maret 2023 belum ada deklarasi cawapres partai Koalisi Perempuan yang mendampingi Anies Baswedan.

“Sampai Maret mereka (Koalisi Perubahan) enggak buat keputusan di mana Maret itu besar kemungkinan terjadi reshuffle dalam bayangan saya. Nah, cepat-cepetan nih antara pemerintah dengan PKS dan Nasdem. Kalau sampai Maret nggak ada kejelasan saya kira Demokrat akan menerima tawaran kursi di kabinet,” kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti kepada wartawan, Kamis (5/1)

jika Partai Demokrat menerima tawaran jatah kursi menteri di kabinet maka sangat berpeluang untuk memenangkan Pemilu 2024 dengan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (Golkar-PAN-PPP).

“Mereka gabung di sana 2 tahun lumayan kan setelah itu gabung di KIB. Toh sama-sama hasilnya ya kan. Di sana (Koalisi Perubahan) Cawapres, di sini (KIB) Cawapres. Tapi setidaknya 2 tahun berkuasa dan masuk ke dalam koalisi yang potensi menangnya tinggi gitu loh, kan jadi untung,” ujar Ray Rangkuti.

Baca juga:  Jokowi Bisa Tersungkur

Juru bicara (jubir) partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengaku bahwa demokrat tetap teguh meski kerap digoda dengan sejumlah tawaran menggiurkan, untuk menjegal langkah koalisi perubahan. Kendati tak mau menyebut jenis godaannya, dia mengklaim jumlahnya banyak.

“Bermacam-macam. Namanya teman sama teman. Kalau diskusi dan bicara, punya harapan kami bergabung, menawarkan ini itu, ya wajar-wajar saja namanya juga orang usaha. Yang penting, kitanya sendiri seperti apa, kami tetap teguh tak tergoda,” ucapnya, Rabu (16/11/2022).

Herzaky menegaskan pihaknya tetap teguh dan konsisten bersama Partai NasDem dan PKS dalam membangun koalisi perubahan. Terlebih, katanya, koalisi itu memperjuangkan perubahan dan perbaikan.

Menurutnya, harapan rakyat terhadap koalisi perubahan terbilang kuat untuk mewujudkan perbaikan di Indonesia. Salah satunya terkait perbaikan ekonomi lekas pulih, demokrasi semakin membaik, penegakan hukum. dan keadilan.

Baca juga:  Fahri Hamzah: Kita Bersyukur 2 Periode Kepemimpinan Presiden Jokowi

“Pilihan kami saat ini seperti yang disampaikan Ketum AHY, tetap fokus mengawal perubahan dan perbaikan untuk Indonesia. Tapi kami apresiasi teman-teman yang datang, mengajak bergabung, memberikan beberapa opsi tawaran,” ujar Herzaky.

Senada, Deputi Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Kamhar Lakumani membeberakan partainya pernah dapat tawaran menteri. Selain itu, tutur dia, tawaran serupa juga ditujukan kepada Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengganggu proses pembentukan Koalisi Perubahan. “Ini kami memandang sebagai ujian atau gangguan terhadap ikhtiar membangun koalisi perubahan,” kata Kamhar, Rabu (16/11/2022).