by

Test The Water Bagi KAMI

Oleh: Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di beberapa daerah di Tanah Air terus bergulir berjalan dengan lancar dan aman, walau di lapangan sebelum gelaran ada saja timbul sedikit rintangan dan hambatan bahkan ada juga penolakan seperti yang terjadi pada saat akan digelar deklarasi KAMI Jawa Timur (Jatim) di Gedung Juang 45 Surabaya, Senin (28/9/2020) hingga batal gelarannya.

Bagi KAMI, batalnya gelaran deklarasi di Surabaya itu tiada lain membawa hikmah tersendiri. Persekusi yang terjadi kepada KAMI bak test the water di kolam besar bernama Indonesia yang semburan air kolamnya akan dapat membasahi bumi seantero nusantara.

Baca juga:  Mike Pompeo Datang dan Dubes Baru AS, Ada Apa?

Semburan air yang meluas seantero nusantara ini menjadi penyejuk dahaga bagi masyarakat yang saat ini sedang menghadapi krisis multidimensi yang terjadi di negeri ini. Persekusi kepada KAMI akan mengundang simpati masyarakat luas untuk mau bergabung dalam gerakan moral KAMI, menyelamatkan negeri ini dari kemungkinan terburuk dalam menghadapi krisis.

Insiden penghadangan dan penghalangan kehadiran salah seorang presedium KAMI Pusat, Gatot Nurmantyo (GN) yang akan menghadiri Deklarasi KAMI Jatim oleh sekelompok orang yang menolak dengan dibumbui umpatan-umpatan yang tidak senonoh, disadari atau tidak, hal tersebut akan menambah besar simpati masyarakat luas untuk mendukung gerakan moral yang sedang dijalankan KAMI.

Baca juga:  Panglima Tertinggi Tidak Turut Berduka Cita

Semoga niat tulus perjuangan KAMI sebagai gerakan moral yang ingin menyelamatkan negeri tercinta ini dari keterpurukan, menjadi kesadaran bersama seluruh anak bangsa ini untuk menjadikan negara kita menjadi negara yang memiliki harga diri bangsa yang tidak terjajah oleh asing dan aseng.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed