by

PPJNA 98: Gatot Nurmantyo Dimanfaatkan Eks HTI & Jaringannya sebagai Martir Mengganti Pancasila

Gatot Nurmantyo dimanfaatkan eks Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan jaringannya sebagai martir untuk mengganti Pancasila dan menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian dikatakan Ketua Umum Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) Anto Kusumayuda dalam pernyataan kepada suaranasional, Sabtu (19/9/2020).

Kata Anto, Gatot Nurmantyo hadir dan bergabung dengan KAMI yang di dalamnya eks HTI dan jaringannya yang mengusung isu Khilafah yang secara konsepsi bertentangan dan tidak mengakui Pancasila, Demokrasi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Eks HTI dan jaringannya yang secara sengaja bertujuan dan sedang memporak porandakan, mengadudomba ummat, anak bangsa dipecah belah seperti yang terjadi di timur tengah,” ungkapnya.

Baca juga:  Jangkar Relawan Jokowi: Banyak Penyebaran Hoaks di Sumatera Barat

Sekjen PPJNA 98 Abdul Salam Nur Ahmad mengatakan, KAMI dibentuk sebagai organ taktis untuk balas dendam dari oligarki anasir Rezim Orde Baru kepada pemerintahan Jokowi.

“Harta hasil korupsi selama 32 tahun akan disita oleh negara, dan kepentingan bisnisnya sisa sisa rezim Soeharto sudah tidak leluasa dipangkas satu persatu oleh Pemerintahan Jokowi,” ungkapnya.

Abdul Salam menuding KAMI disokong konglomerat hitam yang dibesarkan oleh Gatot Nurmantyo dan Cendana.

“Dari fakta fakta di atas sudah jelas yang akan semakin memperpuruk bangsa dan negara Indonesia, dan yang akan mengubah menggantikan Pancasila adalah Gatot Nurmantyo sendiri bersama KAMI yang dimanfaatkan Eks HTI dan jaringannya dan yang akan balas dendam dan menggulingkan pemerintahan Jokowi untuk memporak porandakan menghancurkan Indonesia,” jelasnya.

Baca juga:  Tokoh Muda NU: Waria Diakui Eksistensinya dalam Islam & Makhluk Ciptaan Tuhan

Ia sangat prihatin Gatot Nurmantyo sebagai patriot bangsa telah berubah menjadi penghianat NKRI bersatu dengan Eks HTI dan jaringannya yang anti Pancasila dan demokrasi.

Loading...
Loading...

loading...

News Feed