by

Pemuda Aswaja: Reuni Akbar Alumni 212 bagian Kelompok Radikal & Intoleran

Acara 212 (IST)

Reuni akbar alumni 212 bagian dari kelompok radikal dan intoleran dengan tujuan politik menggoyang pemerintahan Jokowi.

Demikian dikatakan Koordinator Pemuda Aswaja Nur Khalim dalam pernyataan kepada suaranasional melalui email Kamis (30/11). “Mengklaim toleran tetapi panitia acara orang-orang radikal,” ungkap Nur Khalim.

Kata Nur Khalim, Monas dijadikan reuni akbar 212 seperti gerakan penggulingan Presiden Hosni Mubarakan yang menjadikan Lapangan Tahrir pusat pergerakan.

“Polisi harus mewaspadai pola-pola dan cara yang dilakukan mirip saat penggulingan Presiden Mesir Husni Mubarok,” jelas Nur Khalim.

Ia meminta aparat kepolisian untuk meminta panitia acara reuni alumni akbar 212 dipindah ke Masjid Istiqlal. “Kalau acara shalat tahajud, shalat subuh kenapa harus di Monas. Kenapa tidak di Masjid Istiqlal saja,” ungkapnya.

Baca juga:  Gardu Banteng Marhaen Siap Hadapi Gerakan 212 yang Ingin Gagalkan Jokowi 2 Periode

 

Loading...
Loading...

loading...

News Feed