_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/09/","Post":"https://suaranasional.com/2017/09/24/megawati-tak-layak-dapat-gelar-dr-hc-dari-unp/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/09/24/megawati-tak-layak-dapat-gelar-dr-hc-dari-unp/a960dc560e443bdbdfcdf6f2a4336a05-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 24 September 2017
Breaking News
Home > Politik > Iklan Kampanye Ahok-Djarot Terbaru Sengaja Picu Permusuhan dengan Islam

Iklan Kampanye Ahok-Djarot Terbaru Sengaja Picu Permusuhan dengan Islam

Video kampanye Ahok-Djarot (IST)

Video kampanye Ahok-Djarot (IST)

Kampanye Ahok-Djarot yang baru dirilis sengaja memunculkan permusuhan dengan Islam dengan menggambarkan pemicu anarkis itu berkopiah dan memakai sorban.

“Kalau saya lihat kampanye Ahok yang baru dirilis itu sengaja memunculkan permusuhan dengan Islam,” kata pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada suaranasional, Senin (10/4).

Kata Baidhowi, video dalam kampanye itu juga ingin menyerang pihak Anies-Sandi. “Opini yang dikembangkan dalam video itu bahwa orang-orang berpeci dan sorban berbuat anarkis. Padahal selama ini yang selalu dikampanyekan coblos pecinya itu Anies-Sandi,” papar Baidhowi.

Menurut Baidhowi, iklan kampanye Ahok-Djarot yang disebar itu menunjukkan sifat asli Ahok. “Ahok maupun Djarot pasti mengetahui ide pembuatan iklan kampanye itu,” jelas Baidhowi.

Selain itu, Baidhowi mencurigai kampanye ini untuk mengadu domba sesama umat Islam. “Sebelumnya Ansor menyatakan dukungan terhadap Ahok-Djarot karena kubu Anies-Sandi didukung kelompok Islam radikal. Ini upaya Ahok benturkan Ansor dengan kelompok Islam lainnya,” papar Baidhowi.

Ia mengatakan, kampanye bernuansa SARA sengaja dimunculkan Ahok-Djarot agar paslon nomor dua ini terlihat dizalimi. “Kalaupun nantinya terjadi kerusuhan, padahal video itu menjadi pembenar, padahal yang memulai duluan itu paslon nomor 2,” pungkas Baidhowi.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum