_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/09/","Post":"https://suaranasional.com/2017/09/24/megawati-tak-layak-dapat-gelar-dr-hc-dari-unp/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/09/24/megawati-tak-layak-dapat-gelar-dr-hc-dari-unp/a960dc560e443bdbdfcdf6f2a4336a05-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 24 September 2017
Breaking News
Home > Politik > Jubir Era Presiden Gus Dur: Hukum tak Sentuh Ahok, Khawatir Dapat Kutukan Anak Tuhan

Jubir Era Presiden Gus Dur: Hukum tak Sentuh Ahok, Khawatir Dapat Kutukan Anak Tuhan

Jubir Eks Presiden Gusdur

Jubir Eks Presiden Gusdur

Hukum negara tidak bisa menyentuh kasus hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena ada kekhwatiran takut dikutuk karena mantan Bupati Belitung Timur itu dianggap anak Tuhan.

“Kenapa hukum manusia/negara tidak bisa menyentuh Ahok? Jangan2 karena mereka percaya isu bhw dia ini anak tuhan sehingga takut dikutuk…!!,” kata Juru Bicara Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Adhie Massardi di akun Twitter-nya @AdhieMassardi.

Adhie mengingatkan bangsa Indonesia bukan dikuasai para pengembangkan karena membuat kerusakan di laut.

“Jangan bilang ini negeri para pengembang krn di daratan mereka timbulkan kerusakan di laut cemari lingkungan jauhkan nelayan dr sarang ikan,” jelas Adhie.

Ia meminta warga Jakarta untuk menentukan pilihan pemimpin ibu kota yang berpihak pada rakyat bukan pengembang.

“Saatnya warga DKI menentukan: Apakah membiarkan Ibukota jadi milik para pengembang atau miliknya rakyat Indonesia,” pungkas Adhie

loading...
loading...


About Ibnu Maksum