
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membantah adanya makar terutama saat unjuk rasa 2 Desember 2016.
“Saya tidak dengar itu. Intelijen saya tidak dengar itu,” kata Ryamizard di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (22/11/2016).
Menurut Menhan, tidak ada sejarah Indonesia terjadi aksi makar atau upaya menjatuhkan pemerintahan yang sah. Bila ada yang melakukan hal tersebut, maka akan ditindak dengan tegas.
“Tidak ada sejarah kita makar makar itu. Negara kita taat hukum kalau terjadi, kita tindak tegas. Belum (ada laporan),” jelas dia.
BACA JUGA:
- Aktivis Malari 1974: Semua Aktivis dan Mantan Panglima TNI Ikut Demo 2 Desember 2016
- Politikus PDIP Sebarkan Berita Bohong
Menurut Ryamizard belum ada laporan indikasi adanya makar. Jika hal itu terjadi, lembaganya pun akan dikerahkan.
“Saya tidak dengar itu ya intelijen saya juga tidak begitu, siapapun yang makar ya itu tidak boleh terjadi di negara ini, tidak ada sejarah juta tahun makar makar itu ya kita negara hukum taat hukum, ya kalo terjadi kita tindak tegas,” tegas dia lagi.