Media Penjilat Jokowi, tak Beritakan Tuntutan Demo Mahasiswa

Demo mahasiswa di DPR (IST)
Demo mahasiswa di DPR (IST)

Demo mahasiswa yang meminta Jokowi-JK turun dari jabatannya sepi dari pemberitaan beberapa media pendukung Jokowi.

Aksi Mahasiswa dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10) diikuti ribuan massa yang terdiri dari berbagai elemen pergerakan.

Salah satu media pendukung Jokowi, media online terbesar beralamat di kawasan Buncit, Jakarta, sama sekali tidak memberitakan ribuan massa mahasiswa berdemo di DPR maupun di Istana Negara.

Memang, ada beberapa pemberitaan aksi mahasiswa, tetapi beberapa tuntutan mahasiswa yang meminta Jokowi-JK mundur tidak diberitakan.

Baca juga:  Buka Sedikit KM 50, Letkol (Purn) Dudung Kardalin: Strategi Sambo Agar dapat Perlindungan dari Dalangnya

Media ini juga menggiring kepada pembaca bahwa aksi demo di depan DPR itu merugikan banyak pihak. Cara-cara yang dilakukan dengan mewancarai tukang sapu, maupun pengguna jalan.

Aparat kepolisian yang bertindak anarkis terhadap mahasiswa sama sekali sepi dari pemberitaan.

Bukan hanya media yang berada di Buncit, kantor media pendukung Jokowi di kawasan Palmerah juga tidak memberitakan tuntutan mahasiswa yang meminta Jokowi-JK mundur.

Dan televisi yang pemiliknya salah satu petinggi partai pendukung, sama sekali tidak memberitakan demo mahasiswa.

Media televisi ini hanya ingin menggiring opini bahwa partai yang mantan sekjennya terkena kasus Bansos Pemprov Sumatera Utara akan terus maju.

Baca juga:  Terkait Pengangkatan Ahok, PKB Nilai Mendagri Buat Tafsir Sendiri

Padahal di saat Presiden SBY, media-media yang saat ini menjadi pendukung Jokowi selalu memberitakan demo mahasiswa.

Memang, era SBY, kebebasan media selalu dijaga dan tidak ada upaya untuk menutup. Tiap hari kita bisa melihat, selalu ada kritikan terhadap SBY.