by

Akan Hajar yang Buat Meme Jokowi, Istana dan Luhut Mulai Ketakutan Gerakan Rakyat

Luhut Pandjaitan dan Jokowi (KOMPAS)
Luhut Pandjaitan dan Jokowi (KOMPAS)

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan telah membungkam kreativitas dengan mengancam seseorang yang membuat meme Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat ini ada kecenderungan kebebasan berpendapat dan berkreasi dibatasi.

“Harusnya Menkopolhukam Luhut tidak perlu sampai mengancam seseorang yang membuat meme, biarlah rakyat yang menilai kelakuan Presidennya,” ungkap pengamat politik Muslim Arbi kepada suaranasional, Selasa (27/10).

Menurut Muslim, pernyataan Luhut ini sangat bertentangan dengan era reformasi dan demokrasi. “Apapun kritikan harus diterima. Nampaknya Luhut ini menjadi tukang pukulnya Jokowi yang akan mempermasalahkan secara hukum orang yang membuat meme Presiden,” ungkap Muslim.

Muslim menduga, sikap keras Luhut ini agar tidak terhindar dari reshuffle kabinet. “Luhut sedang cari perhatian agar tidak direshuffle. Padahal Luhut itu bagian dari Trio Singa Istana yang sudah sejak lama dikritisi PDIP,” papar Muslim.

Muslim menduga, Luhut akan dipertahankan sebagai Presiden karena dianggap orang yang loyal dan berani menghadapi lawan politik. “Jokowi sangat butuh orang-orang seperti Luhut,” jelas Muslim.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Panjaitan mengingatkan masyarakat untuk tidak membuat meme Presiden Jokowi.

“Sekarang kamu mau enggak saya lecehkan? Enggak mau kan? Ya sudah. Kalau kamu enggak mau, saya juga enggak mau, kan begitu, apalagi presiden, presiden kan simbol negara,” kata Luhut di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Senin (26/10).

Baca juga:  Metrotvnews.com Arahkan Berita Pelaku Teror Sarinah ke Islam

Sikap pembelaan ini menandakan Luhut ingin tidak diganti saat terjadi reshuffle. Ia ingin menunjukkan sikap setia terhadap Presiden Jokowi.

Sikap ini bertolak belakang saat ia menyatakan siap diganti oleh Presiden Jokowi. “Saya siap saja kalau memang diminta Presiden (untuk berhenti), sebab Presiden-lah yang menilai kinerja saya,” katanya sebagaimana dikutip dari Harian Nasional.


News Feed