_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"https://suaranasional.com","Category":"https://suaranasional.com/category/gadget/aplikasi/","Archive":"https://suaranasional.com/2017/10/","Post":"https://suaranasional.com/2017/10/19/putri-gus-dur-pidato-anies-gunakan-pribumi-bahayakan-indonesia/","Page":"https://suaranasional.com/karir/","Attachment":"https://suaranasional.com/2017/10/19/putri-gus-dur-pidato-anies-gunakan-pribumi-bahayakan-indonesia/37950927c90782208cc2488b809bffda-jpg/","Nav_menu_item":"https://suaranasional.com/2017/09/26/politik/","Vecb_editor_buttons":"https://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Thursday , 19 October 2017
Breaking News
Home > Politik > Ngeri, Hendropriyono Tahu Jokowi akan Jatuh Akibat Krisis Ekonomi

Ngeri, Hendropriyono Tahu Jokowi akan Jatuh Akibat Krisis Ekonomi

Hendropriyono, Luhut dan Jokowi (IST)

Hendropriyono, Luhut dan Jokowi (IST)

Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono yang mengatakan, krisis ekonomi 97 akan terjadi menandakan mantan orang nomor satu di BIN itu mengetahui krisis ekonomi bisa jatuhkan Presiden Jokowi.

“Hendropriyo berpengalaman di intelijen, pernyataan tentu didasarkan fakta. Kalau sampai mengatakan ancaman krisis seperti 97 berarti Jokowi bisa terjungkal,” kata pengamat politik Muhammad Huda dalam pernyataan kepada suaranasional, Kamis (9/7).

Kata Huda, Jokowi juga harus mengubah gaya kepemimpinan dan merombak tim ekonomi untuk mengantisipasi krisis yang melanda Indonesia. “Model blusukan bagi-bagi Kartu Sakti itu tidak perlu lagi. Jokowi harus fokus menangani krisis,” papar Huda.

Sebelumnya, Mantan Kepala BIN, AM Hendropriyono mengimbau kepada Kepala BIN Sutiyoso untuk mengantisipasi krisis setelah Lebaran.

“Berdasarkan pengalaman krisis 1997, Kepala BIN yang baru harus waspada menghadapi kemungkinan krisis serupa,” ungkapnya sebagaimana dikutip Okezone, Kamis (9/7).

Hendropriyono memprediksi, krisis serupa bisa terjadi setelah lebaran, saat reshuffle dan saat Pilkada serentak. Menurutnya, kecenderungan krisis hanya mungkin terjadi jika ada demonstrasi besar di pusat dan di berbagai daerah dan indikasi ekonomi yang melambat.

“Ada 17 pabrik sarung Majalaya yang tutup karena tidak mampu lagi membeli bahan baku impor,” ujarnya.

loading...
loading...


About Ibnu Maksum