Ariawan, Anak Petani yang Jadi Komisaris Independen PT Taspen

Oleh: Achsin El-Qudsy

Di ruang-ruang pertemuan resmi, namanya dipanggil dengan penuh hormat. Pak Ariawan. Di kalangan sahabat dan kolega, ia lebih akrab disapa Bang Ariawan atau Mas Ariawan. Pembawaannya tenang, tutur katanya tertata rapi, dan sikapnya hangat. Ia dikenal sebagai sosok yang mudah dihubungi dan hampir selalu merespons pesan WhatsApp, baik melalui teks maupun suara.

Di balik posisi strategisnya sebagai Komisaris Independen di PT Taspen, perjalanan hidup Ariawan dimulai dari akar yang sangat sederhana. Ia lahir dari keluarga petani. Dunia yang membentuknya adalah dunia kerja keras, kesabaran, dan ketekunan.

Dalam istilah yang sering dipopulerkan oleh politikus PDIP Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul, Ariawan berasal dari kalangan “Korea”– kelompok rakyat jelata. Istilah itu menggambarkan orang-orang dari lapisan sosial bawah yang meniti hidup dengan kerja keras dan kegigihan.

Karier Ariawan tidak dimulai dari kursi empuk di ruang direksi. Ia memulai langkah sebagai reporter. Dunia jurnalistik menjadi sekolah kehidupan yang mengasah ketajaman berpikir, ketekunan mencari fakta, serta kemampuan berkomunikasi dengan berbagai kalangan.

Pengalaman lapangan membawanya memahami dinamika sosial, politik, dan ekonomi secara langsung. Dari ruang redaksi hingga liputan di lapangan, Ariawan belajar melihat Indonesia dari dekat.

Baca juga:  Selamat Atas Gelar Doktor Bang Ariawan

Perjalanan profesionalnya kemudian berkembang. Ia dipercaya menjadi Direktur Utama di Sin Po Media Group sejak tahun 2020. Dalam posisi ini, ia terlibat dalam pengelolaan media, penguatan manajemen redaksi, dan pengembangan bisnis informasi di tengah perubahan besar dunia digital.

Di bidang kelembagaan pers nasional, Ariawan juga pernah menjadi anggota Dewan Pengawas di ANTARA pada periode 2024 hingga 2026. Peran tersebut memperluas pengalamannya dalam tata kelola lembaga publik dan industri media nasional.

Ia juga aktif sebagai Direktur Berita Nasional, sebuah posisi yang menuntut ketajaman analisis sekaligus kemampuan memimpin tim editorial dalam menghadirkan informasi yang kredibel.

Di tengah kesibukan profesionalnya, Ariawan tidak meninggalkan dunia akademik. Ia dikenal memiliki semangat belajar yang kuat.

Ia meraih gelar Sarjana Administrasi Negara dari Institut STIAMI. Pendidikan ini menjadi fondasi awal pemahamannya tentang birokrasi, administrasi publik, dan tata kelola pemerintahan.

Perjalanan akademiknya berlanjut ke jenjang magister. Ia menyelesaikan program Magister Administrasi Negara di Institut STIAMI.

Tidak berhenti di sana, ia juga menempuh pendidikan Magister Hukum Tata Negara di Universitas Jayabaya. Bidang ini memperdalam pemahamannya tentang sistem ketatanegaraan, konstitusi, dan regulasi pemerintahan.

Puncak perjalanan akademiknya adalah gelar doktor dalam bidang Administrasi Publik dari Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama). Gelar ini memperkuat kapasitas intelektualnya dalam memahami kebijakan publik dan tata kelola lembaga negara.

Baca juga:  Selamat Atas Gelar Doktor Bang Ariawan

Perjalanan panjang itu akhirnya membawanya pada amanah sebagai Komisaris Independen di PT Taspen sejak tahun 2026.

Taspen merupakan perusahaan negara yang mengelola program tabungan hari tua dan pensiun bagi aparatur sipil negara serta pejabat negara. Posisi komisaris independen memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan tata kelola perusahaan berjalan transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik.

Dengan latar belakang jurnalistik, akademik, dan pengalaman di dunia media serta kelembagaan, Ariawan membawa perspektif yang unik. Ia memahami pentingnya akuntabilitas, keterbukaan informasi, dan integritas dalam mengelola lembaga publik.

Bagi Ariawan, perjalanan hidupnya tidak pernah terlepas dari asal-usulnya sebagai anak petani. Nilai-nilai yang ia pelajari sejak kecil tetap menjadi pegangan.

Dari ladang pertanian hingga ruang rapat perusahaan negara, langkah Ariawan menggambarkan satu hal penting dalam kehidupan sosial Indonesia: kesempatan selalu terbuka bagi mereka yang tekun bekerja dan tidak berhenti belajar.

Kisahnya menjadi potret tentang mobilitas sosial di negeri ini. Tentang seseorang dari lapisan rakyat biasa yang menapaki tangga kehidupan dengan kesungguhan hingga dipercaya memegang amanah di tingkat nasional.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News