Fakta baru mencuat dalam persidangan yang menyeret mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel. Kuasa hukum Noel, Aziz Yanuar, mengungkap adanya penyebutan sosok “ibu menteri” dalam percakapan WhatsApp yang terungkap di ruang sidang.
Menurut Aziz, percakapan tersebut terjadi pada Juni 2022 dan menjadi salah satu bagian yang disorot dalam proses pembuktian di persidangan. Ia menilai penyebutan “ibu menteri” penting untuk ditelusuri lebih lanjut guna memperjelas konteks komunikasi yang berkaitan dengan dugaan perkara gratifikasi maupun korupsi yang disebut-sebut terjadi dalam rentang waktu panjang, yakni 2012 hingga 2024.
“Di persidangan muncul chat yang menyebut ‘ibu menteri’. Ini tentu harus dijelaskan secara terang, siapa yang dimaksud dan bagaimana relevansinya dengan perkara,” kata Aziz kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan kronologi waktu percakapan pada Juni 2022, jabatan Menteri Ketenagakerjaan saat itu diketahui dipegang oleh Ida Fauziyah. Meski demikian, pihak kuasa hukum menegaskan bahwa penyebutan dalam percakapan tersebut masih memerlukan pendalaman lebih lanjut di persidangan dan tidak bisa langsung ditarik sebagai kesimpulan hukum.
Aziz juga menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan gratifikasi dan korupsi yang disebut terjadi sejak 2012 hingga 2024 perlu diuji secara komprehensif melalui alat bukti serta keterangan saksi di pengadilan. Ia menekankan pentingnya asas praduga tak bersalah serta transparansi proses hukum.
“Semua harus dibuktikan di persidangan. Tidak boleh ada asumsi tanpa dasar hukum yang jelas,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebutan “ibu menteri” dalam percakapan tersebut. Proses persidangan masih terus berjalan untuk mengungkap fakta secara utuh.





