Ketua Umum PPJNA 98, Anto Kusumayuda, menyoroti peran penting Sufmi Dasco Ahmad dalam menghargai dan mendukung pelestarian budaya bangsa saat kunjungan Paku Buwono XIV Purbaya dan Keluarga mengunjungi DPR, Rabu (21/1/2026). Pertemuan hangat dengan Paku Buwono XIV Purbaya dan keluarga keraton ini menjadi momentum bagi Dasco untuk menegaskan komitmennya terhadap budaya Jawa sebagai aset nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Anto Kusumayuda menekankan, “Dasco Ahmad sangat menghargai Keraton Solo bukan hanya sebagai simbol sejarah, tetapi juga sebagai cerminan identitas budaya bangsa. Sikap beliau menunjukkan bahwa menghormati tradisi dan sejarah adalah bagian penting dari penguatan karakter bangsa.”
Paku Buwono XIV Purbaya menegaskan bahwa meskipun zaman berubah dengan cepat, Keraton Solo tetap menjadi pusat budaya yang harus dipertahankan dan dihormati. “Budaya bukan hanya tinggalan sejarah, tetapi juga pedoman moral dan estetika bagi generasi muda. Kita harus menjaga agar nilai-nilai luhur ini terus hidup,” ujar Purbaya.
Anto Kusumayuda menambahkan bahwa dukungan Dasco Ahmad menjadi inspirasi bagi PPJNA 98 untuk terus menjalankan program pelestarian budaya, termasuk seminar, pelatihan seni tradisional, dan pendampingan generasi muda agar memahami sejarah dan filosofi di balik setiap tradisi Keraton Solo.
Menurut Anto, penghargaan terhadap Keraton Solo bukan hanya bentuk penghormatan terhadap sejarah, tetapi juga wujud komitmen Dasco dan masyarakat sipil dalam memperkuat identitas bangsa. “Keraton Solo menjadi simbol penting untuk menjaga akar budaya dan karakter bangsa di tengah arus globalisasi yang begitu cepat,” tambahnya.
Pertemuan ini juga membuka peluang kerja sama antara Keraton Solo dan PPJNA 98 dalam program pelestarian budaya yang lebih terstruktur, mulai dari pendidikan budaya di sekolah, publikasi sejarah keraton, hingga pengembangan wisata budaya yang berkelanjutan.
Dengan keterlibatan Dasco Ahmad, diharapkan generasi muda semakin terdorong untuk mengenal, mencintai, dan menghargai budaya lokal. Keraton Solo pun tetap menjadi aset budaya yang dijaga, dicintai, dan diapresiasi seluruh bangsa Indonesia, bukan sekadar tempat sejarah, tetapi juga sumber inspirasi bagi masa depan.




