Pilkada dan Pilpres Tetap Dipilih Langsung Rakyat, PPJNA 98: Dasco Akomodir Kepentingan Masyarakat

Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) menegaskan dukungannya terhadap pernyataan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat. Sikap tersebut dinilai sebagai bentuk keberpihakan dan akomodasi terhadap kepentingan masyarakat dalam menjaga demokrasi Indonesia.

Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda mengatakan, pernyataan Dasco penting untuk menjawab keresahan publik yang belakangan muncul akibat berkembangnya wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah maupun presiden. Menurut Anto, penegasan tersebut menunjukkan bahwa DPR masih mendengar suara rakyat dan berkomitmen menjaga prinsip kedaulatan rakyat.

“Pernyataan Pak Dasco bahwa pilkada dan pilpres tetap dipilih langsung oleh rakyat adalah sikap yang menenangkan publik. Ini menunjukkan bahwa kepentingan masyarakat tetap menjadi perhatian utama dan tidak diabaikan,” kata Anto dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (19/1/2026).

Anto menilai, pemilihan langsung merupakan salah satu capaian penting reformasi yang tidak boleh ditarik mundur. Sistem tersebut memberikan ruang partisipasi yang luas bagi rakyat untuk menentukan pemimpinnya secara langsung, transparan, dan demokratis.

Baca juga:  PPJNA 98: Bau Formula E dan Kardus Durian sampai ke Desa-desa

Menurutnya, jika mekanisme pemilihan dialihkan kepada lembaga perwakilan, maka ada risiko berkurangnya partisipasi publik serta munculnya jarak antara rakyat dan pemimpin yang terpilih. Oleh karena itu, PPJNA 98 berpandangan bahwa pemilihan langsung harus tetap dipertahankan sebagai fondasi demokrasi.

“Reformasi 1998 memperjuangkan demokrasi yang memberi kedaulatan penuh kepada rakyat. Pemilihan langsung adalah manifestasi dari semangat tersebut. Sikap Dasco mencerminkan komitmen untuk menjaga amanat reformasi,” ujar Anto.

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa tidak ada agenda untuk mengubah sistem pemilihan presiden menjadi tidak langsung. Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada pembahasan resmi di DPR terkait perubahan mekanisme pilkada langsung.

Pernyataan tersebut dinilai penting untuk meredam spekulasi dan isu liar yang berkembang di masyarakat. Dalam konteks politik nasional, kejelasan sikap para pimpinan lembaga negara dianggap krusial agar tidak menimbulkan kegaduhan yang berpotensi mengganggu stabilitas politik.

Baca juga:  PPJNA 98: Peran Dasco di Balik Pertemuan Prabowo-Mega Demi Persatuan Indonesia

Sebagai organisasi yang lahir dari rahim gerakan reformasi, PPJNA 98 menegaskan akan terus mengawal proses demokrasi di Indonesia. Anto menekankan bahwa masyarakat sipil harus tetap kritis dan aktif mengawasi setiap kebijakan politik yang berpotensi menggerus hak-hak rakyat.

“Kami mengapresiasi sikap Pak Dasco, tetapi pengawalan tetap harus dilakukan. Demokrasi tidak cukup dijaga dengan pernyataan, tetapi juga dengan kebijakan dan regulasi yang konsisten berpihak pada rakyat,” tegasnya.

PPJNA 98 berharap seluruh elite politik memiliki pandangan yang sama dalam menjaga sistem pemilihan langsung, baik pada pilkada maupun pilpres. Menurut Anto, konsistensi elite politik dalam menjaga demokrasi akan memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara dan proses politik nasional.

“Ketika rakyat merasa suaranya dihargai dan dijaga, maka demokrasi akan semakin kuat. Pernyataan Dasco adalah langkah yang tepat dan patut diapresiasi,” pungkas Anto.

 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News