Aktivis Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) Menuk Wulandari mendapat teror melalui WhatsApp (WA) setelah sering menyuarakan untuk menangkap Bos Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma alias Aguan dalam kasus Proyek Strategis Nasional (PSN) Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
“Saya mendapat teror ancaman melalui WA. Terbaru ada flyer pengumuman bahwa saya membagikan sembako di rumah saya agar orang-orang datang ke rumah saya,” kata Menuk dalam pernyataan kepada redaksi www.suaranasional.com, Rabu (26/2/2025).
Menuk sudah mengatakan kepada orang-orang yang datang ke rumahnya bahwa ia tidak membagikan sembako. “Saya tahu ini bagian teror agar tidak menyuarakan untuk penangkapan Aguan,” tegasnya.
Pada awalnya, gangguan yang diterima Menuk hanya berupa komentar di media sosial. Akun-akun anonim mulai membanjiri unggahannya dengan pesan penuh hinaan dan ancaman halus. “Hati-hati ya, Mbak. Jangan main-main sama orang besar,” bunyi salah satu pesan.
Ia tidak menghiraukannya. Namun, seiring waktu, ancaman itu semakin nyata. Suatu malam, saat ia pulang dari pertemuan dengan rekan-rekannya, ia menyadari ada sepeda motor yang terus mengikutinya sejak keluar dari tempat pertemuan. Ketika ia mempercepat langkahnya, motor itu tetap mengikuti dengan kecepatan konstan, seolah memastikan bahwa ia tahu sedang diawasi.
Meski bayangan ancaman terus menghantuinya, ia tahu bahwa perjuangan belum selesai. Teror yang ia alami hanya membuat tekadnya semakin kuat. Karena bagi Menuk Wulandari, kebenaran tak boleh dikalahkan oleh ketakutan. “Saya tetap menyuarakan melawan Aguan dan membela rakyat Banten,” tegasnya.