Pertandingan sepak bola tidak hubungannya dengan agama dan doa. Prestasi sepak bola ditentukan latihan dan mental bertanding.
“Menang-kalah dalam pertandingan (sepakbola) itu tidak ada hubungannya dengan agama dan doa-doa,” kata Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH. Muhammad Taufik Damas di akun Twitter-nya @TaufikDamas, Senin (12/12/2022).
Kata Kiai Taufik Damas, doa itu penguat jiwa. Doa bukan cuma berisi harapan, tapi juga berisi pikiran tentang Sunnatullah. “Jika harapan terwujud, ia bersyukur. Jika tidak terwujud, ia sabar dan ikhlas,” jelasnya.
Terkait pertandingan sepak bola tidak terkait doa dan agama bukan pemikiran liberal ataupun ateis.
“Diajak mikir dikit tentang doa, langsung nuduh liberal, munafik, komunis, ateis, dan entah apalagi. Sebetulnya kasihan sih,” paparnya.
Dikutip dari CNN Indonesia, Saida Mouh membuka lebar kedua tangannya, memberikan pelukan hangat untuk sang anak, Achraf HakimiĀ yang menjadi gol penentu Maroko lolos ke perempat final Piala Dunia 2022, Selasa (6/12) malam WIB.
Hakimi mencetak gol mengantarkan Maroko menyingkirkan Spanyol di babak 16 besar. Di tengah selebrasi kemenangan, Hakimi menghampiri sang ibu di pinggir stadion. Menyambut kecupan penuh doa dari sang ibu.
“Aku mencintaimu Bu,” ujar Hakimi, diungkapkan kembali kecintaan tersebut melalui sebuah utas di Twitter pribadinya.