Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat untuk menjaga konsistensi sebuah gerakan sosial. Namun itulah yang dilakukan Purnomo bersama rekan-rekannya di Yayasan Berkas Bersinar Abadi melalui program OGUS (Ojek Gratis Sekolah), sebuah layanan antar-jemput gratis bagi siswa yatim piatu dan dhuafa di Lamongan.
Program yang digagas satu dekade lalu itu lahir dari keprihatinan terhadap anak-anak yang kesulitan berangkat ke sekolah karena keterbatasan biaya transportasi. Dengan semangat gotong royong, OGUS hadir untuk memastikan mereka tetap bisa mengenyam pendidikan dengan aman dan nyaman.
“Program ini kami gagas untuk membantu siswa yatim piatu, dhuafa, dan siswa lainnya agar tetap bisa bersekolah dengan aman dan mudah,” ujar Purnomo.
Pada masa aktifnya, OGUS didukung 15 unit sepeda motor yang setiap hari melayani sekitar 30 siswa. Para relawan dengan sukarela mengantar dan menjemput anak-anak tersebut tanpa memungut biaya sepeser pun.
Namun seiring waktu, tantangan pun datang. Saat ini, jumlah relawan aktif tersisa sekitar lima orang. Meski demikian, semangat untuk terus berjalan tidak pernah padam.
“Kami tetap berjalan sesuai kemampuan yang ada. Yang penting anak-anak tetap terlayani,” katanya.
Bagi para siswa, OGUS bukan hanya soal tumpangan gratis. Lebih dari itu, program ini menjadi simbol kepedulian dan harapan bahwa mereka tidak sendiri dalam mengejar cita-cita.
Tak hanya fokus pada pendidikan, Yayasan Berkas Bersinar Abadi juga bergerak di bidang kemanusiaan lainnya. Purnomo mendirikan yayasan yang menangani ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), membantu proses pengobatan hingga pemulihan agar mereka bisa kembali menjalani kehidupan secara layak.
Selain itu, yayasan juga aktif memberikan bantuan kepada warga sakit yang membutuhkan uluran tangan, baik dalam bentuk pendampingan maupun bantuan biaya.
Gerakan ini tumbuh dari keyakinan bahwa kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh sekat profesi atau latar belakang.
Setiap hari Jumat, kegiatan sosial bertajuk “Jumat Berkah” rutin digelar. Ratusan porsi soto dibagikan secara gratis kepada masyarakat. Tak hanya itu, pedagang asongan dan tukang ojek yang terdampak kondisi ekonomi juga menerima bantuan uang tunai.
Bagi Purnomo dan timnya, Jumat Berkah bukan sekadar berbagi makanan, tetapi menghadirkan kebahagiaan sederhana dan mempererat solidaritas sosial.
Inisiatif lainnya adalah program Sedekah UMKM yang menyasar ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya. Program ini bertujuan membantu mereka lepas dari jeratan utang dan memiliki modal usaha sendiri.
Dengan dukungan modal kecil namun berkelanjutan, para ibu didorong untuk mandiri secara ekonomi. Harapannya, mereka mampu mengembangkan usaha rumahan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menariknya, berbagai aksi kemanusiaan tersebut dibiayai dari penghasilan kanal YouTube dan media sosial milik Purnomo yang dikenal dengan nama “Purnomo Polisi Baik”.
Pendapatan dari platform digital itu sepenuhnya dialokasikan untuk membiayai kegiatan sosial, mulai dari operasional OGUS, bantuan ODGJ, hingga Jumat Berkah dan Sedekah UMKM.
“Terima kasih buat semuanya yang terus membantu kegiatan saya. Semoga para donatur sehat, panjang umur, dan ini menjadi ladang ibadah amal jariyah,” ucapnya.
Satu dekade OGUS menjadi bukti bahwa gerakan kecil yang dilakukan dengan konsisten mampu memberi dampak besar. Di tengah berbagai keterbatasan, kepedulian tetap menemukan jalannya. Pewarta: Hadi Hoy





