Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Lamongan menggelar buka bersama (bukber) yang dirangkai dengan diskusi bersama seluruh pengurus Cabang LP Ma’arif NU Lamongan, Senin (23/2/2026). Kegiatan yang berlangsung pada hari kelima bulan Ramadan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital.
Acara dipandu oleh budayawan asli Lamongan, Cak Rokhim, yang juga bertindak sebagai moderator diskusi dua arah antara anggota DPRD dengan para dewan guru Ma’arif Lamongan. Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dan masukan konstruktif.
Wakil Ketua PCNU Lamongan, Kyai Nur Salim, dalam sambutannya berharap momentum diskusi ini mampu memacu semangat etos kerja para pengurus Ma’arif di tengah era digitalisasi dan modernisasi yang terus berkembang.
“Ajang diskusi ini diharapkan mampu meningkatkan semangat kerja, tanpa meninggalkan nilai-nilai norma dan akidah. Modernisasi penting, tapi jati diri ke-NU-an harus tetap menjadi fondasi,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Lamongan, Husen, S.Ag., M.Pd., yang juga merupakan mantan Ketua Ma’arif Lamongan. Dalam kesempatan itu, Husen berbagi pengalaman selama memimpin Ma’arif yang menurutnya penuh dinamika dan tantangan, khususnya di dunia pendidikan.
Ia menegaskan bahwa pengurus ke depan harus berani melakukan evaluasi menyeluruh, namun tetap berbasis data. Menurutnya, persaingan dunia pendidikan saat ini semakin ketat, baik dengan sekolah negeri maupun swasta, termasuk lembaga pendidikan berbasis organisasi seperti Muhammadiyah dan NU.
“Persaingan semakin kompleks. Teknologi informatika dan kecerdasan buatan (AI) berkembang sangat cepat. Maka pengurus harus reaktif, berani melakukan evaluasi, tetapi tetap by data agar kebijakan yang diambil tepat sasaran,” tegasnya.
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah peserta menyoroti tantangan internal dan eksternal yang dihadapi lembaga pendidikan Ma’arif. Mulai dari penguatan manajemen kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, hingga adaptasi terhadap teknologi digital.
Menutup kegiatan, para peserta sepakat bahwa orientasi nilai-nilai ke-NU-an harus lebih diprioritaskan dibanding orientasi materi. Lembaga NU diyakini memiliki keberkahan dan hikmah yang menjadi kekuatan utama dalam membangun pendidikan yang berkarakter.
Kegiatan bukber dan diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pengurus NU, Ma’arif, dan pemangku kebijakan daerah dalam memajukan pendidikan di Lamongan. Pewarta: Hadi Hoy





