Di tengah dinamika keamanan wilayah menjelang Ramadan, sosok aparat yang hadir dengan pendekatan humanis menjadi harapan masyarakat. Di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, nama Ipda Fendy Yud Priyambodo, S.H. perlahan dikenal bukan hanya sebagai perwira polisi, tetapi juga figur pengayom yang dekat dengan warga. Senyumnya ramah, sikapnya terbuka, dan posturnya tegap mencerminkan kesiapan seorang pelindung masyarakat.
Saat ini, Ipda Fendy dipercaya mengemban tugas sebagai Kanit Turjagwali sekaligus Pelaksana Harian (PLH) Kapolsek Ngadirojo, Polres Pacitan. Amanah ganda tersebut bukan sekadar jabatan administratif, melainkan tanggung jawab besar untuk memastikan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga—terutama menjelang momentum Lebaran yang identik dengan meningkatnya mobilitas warga.
Perjalanan karier Ipda Fendy di kepolisian menunjukkan pengalaman yang beragam. Sebelum bertugas di Ngadirojo, ia pernah menjabat sebagai Kanit Pidkor, posisi yang menuntut ketelitian, integritas, serta keberanian dalam menangani perkara pidana korupsi. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya: tegas dalam prinsip, namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.
Kini, ketika dipercaya menjadi Kanit Turjagwali sekaligus PLH Kapolsek Ngadirojo, pendekatan itu tetap ia bawa. Baginya, keamanan bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga membangun rasa aman melalui kedekatan dengan masyarakat.
Menjelang Ramadan, Ipda Fendy mengambil langkah cepat dengan menggelar operasi penertiban balap liar dan knalpot brong di wilayah Ngadirojo. Langkah ini bukan tanpa alasan. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas balap liar juga berpotensi menimbulkan kecelakaan yang merugikan banyak pihak.
Operasi tersebut dilakukan dengan pendekatan yang tegas namun tetap humanis. Para pelanggar ditindak sesuai aturan, tetapi juga diberikan edukasi mengenai keselamatan berkendara dan dampak sosial dari tindakan mereka. Tujuannya jelas: menciptakan suasana Ramadan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Kehadiran polisi di jalanan, menurut Ipda Fendy, bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memberi rasa tenang. “Keamanan adalah kebutuhan bersama. Polisi dan masyarakat harus berjalan beriringan,” menjadi prinsip yang selalu ia pegang.
Di luar tugas formal, Ipda Fendy dikenal sebagai sosok yang mudah berbaur. Ia kerap menyapa warga, berdialog dengan tokoh masyarakat, hingga hadir dalam kegiatan lingkungan. Baginya, komunikasi langsung adalah kunci mencegah gangguan keamanan sejak dini.
Pendekatan ini membuat masyarakat Ngadirojo merasa lebih dekat dengan aparat kepolisian. Polisi tidak lagi dipandang berjarak, tetapi sebagai mitra yang siap mendengar dan membantu.
Amanah sebagai PLH Kapolsek tentu bukan tugas ringan. Namun bagi Ipda Fendy, jabatan hanyalah sarana untuk mengabdi lebih luas. Ia percaya, kepercayaan pimpinan harus dijawab dengan kerja nyata, sementara kepercayaan masyarakat harus dijaga dengan ketulusan pelayanan.
Dengan semangat pengabdian tersebut, langkah-langkah kecil—seperti senyum ramah, sapaan hangat, hingga tindakan tegas yang terukur—menjadi bagian dari cara ia menjaga Ngadirojo tetap aman.
Menjelang Ramadan, harapan masyarakat sederhana: pulang dengan selamat, beribadah dengan tenang, Ipda Fendy Yud Priyambodo—yang terus bekerja memastikan keamanan bukan sekadar kata, melainkan kenyataan yang dirasakan setiap warga.





