H. Ahmad Shandy: Bisnis, Kedermawanan, dan Jalan Panjang Politik di Lamongan

Wajahnya tampan. Tubuhnya atletis. Tutur katanya sistematis—tenang namun tegas. Kesan pertama itulah yang sering ditangkap banyak orang ketika berjumpa dengan H. Ahmad Shandy, S.TP, seorang pengusaha muda yang namanya kian dikenal di berbagai ruang: bisnis, sosial-keagamaan, hingga politik lokal.

Sebagian orang memanggilnya Mas Haji Shandy, sebagian lain cukup menyebut Mas Shandy. Sapaan yang sederhana, tetapi merefleksikan kedekatan yang ia bangun dengan lingkungan sekitarnya. Di balik gaya komunikasinya yang bersahaja, tersimpan perjalanan panjang yang ditempuh dengan disiplin, kerja keras, dan visi yang terarah.

Sebagai pemilik PT Ababil Widjaya Lestari, Shandy dikenal mengembangkan usaha secara bertahap namun pasti. Ia tidak terpaku pada satu bidang saja, melainkan merambah berbagai sektor strategis—mulai dari properti, retail, perkebunan, hingga peternakan.

Langkah diversifikasi itu bukan sekadar ekspansi bisnis, melainkan bagian dari strategi keberlanjutan. Baginya, usaha harus mampu bertahan dalam berbagai siklus ekonomi sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

Komitmen pelayanan sosial juga tampak melalui kepemilikan Klinik Sartika, fasilitas kesehatan yang hadir bukan hanya sebagai unit usaha, tetapi juga ruang pengabdian. Klinik tersebut menjadi salah satu wujud keyakinannya bahwa kesehatan masyarakat tidak boleh terhalang persoalan administratif maupun ekonomi.

Baca juga:  Bupati Lamongan: Akhir 2018, Seluruh Warga Bisa Menikmati JKN

Di luar aktivitas bisnis, Shandy dikenal rajin menggelar pengajian dan kegiatan sosial keagamaan. Baginya, keberhasilan ekonomi tidak memiliki makna tanpa keberkahan dan manfaat bagi orang lain.

Kedermawanan yang ia tunjukkan bukan bersifat seremonial, melainkan konsisten dan berkelanjutan. Ia percaya bahwa pengusaha memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menyeimbangkan kehidupan sosial di sekitarnya—membantu yang lemah, menguatkan yang tertinggal, serta menjaga harmoni masyarakat.

Nilai-nilai religius inilah yang kemudian membentuk karakter kepemimpinannya: tenang dalam mengambil keputusan, tetapi tegas dalam memegang prinsip.

Langkah berikutnya membawa Shandy ke dunia politik. Ia dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lamongan—sebuah posisi yang menuntut kemampuan manajerial sekaligus ketajaman strategi.

Bagi Shandy, politik bukan hanya perebutan kekuasaan, melainkan sarana pengabdian yang lebih luas. Ia memandang partai sebagai kendaraan perubahan, tempat gagasan tentang pelayanan publik, kesejahteraan ekonomi, dan pemberdayaan generasi muda dapat diwujudkan secara sistematis.

Targetnya jelas: menempatkan kader PSI di kursi DPRD Lamongan pada Pemilu 2029. Sebuah tujuan yang ambisius, tetapi dibangun di atas optimisme dan kerja terstruktur.

Shandy melihat dinamika politik nasional sebagai peluang. Nama besar Joko Widodo (Jokowi) dinilainya masih memiliki resonansi kuat di akar rumput, terutama bagi pemilih muda dan kelas menengah yang menginginkan politik bersih, sederhana, dan berorientasi kerja nyata.

Baca juga:  Warga Lamongan Antusias Sambut SBY

Namun ia menyadari, kemenangan tidak bisa hanya bergantung pada figur nasional. Konsolidasi kader, penguatan basis masyarakat, serta kerja sosial yang nyata di tingkat lokal menjadi kunci utama.

Karena itu, pendekatan yang ia bangun bukan retorika, melainkan kehadiran langsung di tengah masyarakat—melalui layanan kesehatan, kegiatan keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Perjalanan H. Ahmad Shandy, S.TP memperlihatkan satu benang merah: konsistensi antara kata dan tindakan. Dunia usaha memberinya kemandirian. Aktivitas sosial memberinya kedekatan dengan masyarakat. Politik memberinya ruang pengabdian yang lebih luas.

Di tengah perubahan zaman dan kompetisi politik yang semakin kompleks, figur seperti Shandy menghadirkan model kepemimpinan baru di daerah—muda, religius, rasional, sekaligus berorientasi pelayanan.

Menuju 2029, jalan masih panjang. Tantangan tentu tidak ringan. Tetapi bagi seorang yang terbiasa menata langkah secara sistematis, setiap proses adalah bagian dari tujuan yang lebih besar: menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat Lamongan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News