Serah Terima Rektor UNISMA Bekasi, Muhammadiyah Gaspol Wujudkan UM.ID Unggul

Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi resmi memasuki babak baru sejarahnya dengan menggelar serah terima jabatan rektor sekaligus silaturahmi civitas akademika, Rabu (7/1/2026). Momentum ini menandai transformasi UNISMA Bekasi menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID).

Dalam acara tersebut, Rektor UNISMA periode 2023–2025, Dr. Amin, menyampaikan refleksi kepemimpinannya sekaligus pesan transisi. Ia mengawali sambutan dengan ucapan terima kasih kepada pimpinan yayasan yang telah memberikan kepercayaan kepadanya selama menjabat.

“Dalam amanah yang saya emban, tentu ada target yang belum tercapai. Untuk itu saya mohon maaf,” ujar Dr. Amin. Ia juga menyampaikan selamat kepada rektor baru, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., seraya menegaskan keyakinannya bahwa kepemimpinan baru akan mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah yang belum tuntas.

“Saya, sebagai mantan rektor, siap bahu-membahu agar UNISMA Bekasi yang kini bertransformasi menjadi UM.ID benar-benar maju dan berkembang sesuai harapan yang telah digariskan,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor UNISMA Bekasi/UM.ID periode 2025–2029, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, menegaskan bahwa amanah memimpin UM.ID merupakan tanggung jawab besar yang ia terima dengan penuh kesadaran. Ia menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah atas kepercayaan untuk memanajemen UNISMA Bekasi menuju universitas Muhammadiyah yang unggul.

“Amanah ini berat, tetapi azas pantang menolak tugas membuat saya menerimanya. Cita-cita besar Muhammadiyah bukan cita-cita pribadi, melainkan motivasi untuk menjadikan lembaga pendidikan sebagai pusat keunggulan dan sarana transformasi menuju khairu ummah,” tegasnya.

Prof. Nazaruddin memaparkan visi UM.ID sebagai center of excellence yang tidak hanya mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga membangun kebudayaan luas yang bermuara pada kesejahteraan umat. Pendidikan, menurutnya, harus melahirkan insan Ulul Albab yang beriman, berilmu, dan berdaya saing.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, ia menekankan pentingnya konsolidasi menyeluruh, mulai dari konsolidasi struktural dan manajerial agar kampus adaptif terhadap perubahan, konsolidasi ideal untuk menyatukan visi seluruh civitas akademika, hingga konsolidasi sumber daya manusia yang berlandaskan disiplin, karakter, dan nilai-nilai ilahiah. “Dalam setiap goncangan, tingkat ketakwaan menjadi penentu kesinambungan yang kita impikan,” ujarnya.

Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) UNISMA Bekasi yang juga Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menegaskan bahwa transformasi UNISMA Bekasi menuju UM.ID merupakan fase penting menuju kemajuan yang diharapkan masyarakat Bekasi dan sekitarnya.

Ia menyoroti peran strategis perguruan tinggi sebagai instrumen pemajuan bangsa di tengah dinamika sosial yang berubah cepat. Menurutnya, kepercayaan (trust) masyarakat dan dunia industri menjadi kunci utama yang harus dibangun.

“Perguruan tinggi harus dikembangkan atas kebutuhan dan keinginan masyarakat. Mahasiswa tidak datang hanya mencari ijazah, tetapi kualitas dan solusi,” kata Prof. Fauzan.

Ia juga menekankan empat faktor utama dalam membangun universitas unggul, antara lain orientasi pada kebutuhan masyarakat, keunggulan berkelanjutan melalui pembaruan layanan dan infrastruktur, suasana kampus yang nyaman, serta kemampuan menciptakan tren dan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kerja repetitif tanpa pembaruan bisa terlihat berjalan, tetapi sejatinya sedang mendesain kemunduran,” tandasnya.

Dengan serah terima kepemimpinan ini, UNISMA Bekasi resmi menapaki jalan baru sebagai Universitas Muhammadiyah Indonesia, dengan harapan menjadi kampus unggul, dipercaya publik, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News