Pandji Pragiwaksono kembali menuai sorotan usai pernyataannya dalam tayangan Mens Rea di Netflix menyinggung kebiasaan sebagian warga Jawa Barat yang disebut kerap memilih pemimpin dari kalangan artis.
“Di antara masyarakat Indonesia, masalah terbesar ini adanya di Jawa Barat. Orang Sunda seneng banget milih artis,” ujar Pandji.
KDM Menanggapi Kritik Pandji
Pernyataan tersebut kemudian diunggah ulang oleh Kang Dedi Mulyadi (KDM) melalui Instagram pada 4 Januari 2026. Ia mengaku mengapresiasi gaya kritik Pandji yang dinilainya cerdas dan edukatif.
Namun, Dedi menyampaikan koreksi atas fakta yang disampaikan Pandji terkait jabatan beberapa tokoh yang disebut.
“Pak Deddy Mizwar tidak pernah jadi Gubernur Jawa Barat, melainkan Wakil Gubernur (2013–2018). Saat maju sebagai calon gubernur, beliau justru tidak terpilih,” jelasnya.
Hal serupa disebut terjadi pada Dede Yusuf yang juga gagal dalam pemilihan gubernur 2013.
Artis Dinilai Tetap Punya Kapasitas Memimpin
Dedi meminta agar kemampuan pemimpin dari kalangan artis tidak diremehkan.
Menurutnya, beberapa tokoh hiburan memiliki pemahaman pembangunan yang baik dan mampu menyusun kerangka kerja yang jelas.
“Banyak artis yang punya kemampuan. Pak Dede Yusuf itu punya pemahaman pembangunan yang relatif sangat baik,” kata Dedi.
Dedi Undang Pandji Melihat Langsung Hasil Kerja
Alih-alih berdebat panjang, Dedi mengundang Pandji datang ke Jawa Barat untuk melihat kondisi lapangan secara langsung.
Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya tidak hanya dikenal sebagai “gubernur konten”, melainkan pemimpin yang bekerja nyata.
Demokrasi Membuka Ruang Kritik
Menutup tanggapannya, Dedi menegaskan bahwa kritik tetap diperlukan selama disampaikan secara sehat dan konstruktif.
Ia mempersilakan Pandji untuk terus menyampaikan pandangan melalui karya stand-up comedy-nya.
Sementara itu, Pandji menyambut baik klarifikasi Dedi dan menyebutnya sebagai jembatan perkenalan yang positif.





