Gelombang aksi unjuk rasa yang berujung bentrokan beberapa hari terakhir di Jakarta dan berbagai daerah memunculkan keprihatinan dari banyak pihak. Relawan Kesehatan Indonesia (RKI) mengeluarkan siaran pernyataan yang menegaskan pentingnya persatuan bangsa dan sikap rendah hati dari para pemimpin negara.
Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh perwakilan relawan dari 20 provinsi, RKI menegaskan bahwa Indonesia saat ini sedang berada dalam kondisi sakit dan tidak boleh runtuh hanya karena kesombongan maupun kelalaian penguasa.
“Pagi ini, di tengah sisa pedih gas air mata, kami mengajak seluruh anak bangsa untuk menundukkan kepala. Menyadari bahwa negeri ini sedang sakit, dan jalan keluar hanya bisa ditemukan bila kita kembali pada kesadaran bersama: kita adalah satu keluarga besar, satu rumah bernama Indonesia,” demikian bunyi pernyataan resmi yang diterima redaksi, Ahad (31/8).
RKI juga memberikan pesan khusus kepada tiga kelompok utama:
Kepada pejabat negeri, agar berani merendahkan hati, meminta maaf, dan kembali menunaikan amanah dengan tulus.
Kepada aparat keamanan, bahwa rakyat yang bersuara di jalanan bukanlah musuh, melainkan saudara yang harus dijaga.
Kepada rakyat, agar amarah tidak berubah menjadi dendam, melainkan energi untuk memperjuangkan perubahan secara bermartabat.
Relawan menekankan, tidak ada artinya tanah luas, sumber daya melimpah, dan gedung-gedung megah bila rasa persaudaraan telah hilang di dalamnya.
“Bangsa ini tidak boleh runtuh hanya karena kesombongan kata-kata dan kelalaian penguasa. Indonesia harus kembali dirajut dengan kasih sayang, keikhlasan, dan tekad untuk saling menjaga,” lanjut pernyataan itu.
Doa pun dipanjatkan agar bangsa ini diselamatkan dari perpecahan, para pemimpin disadarkan dari kesalahan, dan rakyat tetap kuat menghadapi ujian. “Jangan biarkan kami hanya punya penguasa tanpa pemimpin. Anugerahkanlah pemimpin yang rela menderita demi rakyatnya, agar bangsa ini kembali punya arah dan harapan,” tutup pernyataan itu.
Pernyataan ini ditandatangani oleh sejumlah tokoh relawan dari berbagai daerah, di antaranya Agung Nugroho (Nasional), Martha Tiana Hermawan (DKI Jakarta), Susiyanto (Banten), Sabam Posma (Jabar), hingga Dominggus H (Papua Barat). Pewarta: Hadi Hoy