Ketua DPP FPI API (Advokat Persaudaraan Islam), Aziz Yanuar, menegaskan adanya dugaan kuat bahwa sosok bernama Mulyono beserta kelompoknya berada di balik aksi-aksi unjuk rasa yang berujung ricuh dan anarkis dalam beberapa hari terakhir.
Aziz menyampaikan, pihaknya mengecam keras tindakan anarkisme yang telah meresahkan masyarakat, merusak fasilitas umum, melumpuhkan transportasi, hingga menimbulkan keresahan luas.
“Kami dari DPP FPI API menyatakan mengecam keras dan sangat menyesalkan hal itu dapat terjadi. Kami meminta penegak hukum dan pemerintah menindak tegas seluruh pihak yang anarkis itu, serta mengusut dan menangkap seluruh aktor intelektual di balik aksi-aksi tidak bertanggung jawab tersebut,” tegas Aziz dalam keterangan resminya, Kamis (28/8).
Menurutnya, aksi beruntun yang terjadi dalam dua hari terakhir bukanlah spontan, melainkan telah diarahkan agar terjadi bentrokan, kericuhan, dan perusakan. Ia juga menyoroti sikap aparat keamanan yang dinilai terlalu lunak dalam menghadapi massa anarkis.
Aziz bahkan menduga pola yang terjadi bukanlah kebetulan, melainkan seperti sebuah skenario: inkompetensi pejabat – reaksi anarkis massa – liputan media besar-besaran – hingga pembiaran aparat.
“Beberapa media televisi menayangkan aksi itu berjam-jam tanpa jeda iklan. Pertanyaannya, berapa biaya untuk semua itu? Polanya terlihat jelas, ada orkestra pembusukan pemerintahan dari dalam, yang dikombinasikan dengan media dan massa entah dari mana rimbanya,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menilai rangkaian aksi ini bisa bermuara pada skenario politik untuk melemahkan Presiden Prabowo Subianto. Aziz menyebut adanya partai kecil yang tiba-tiba menyalahkan pemerintahan dengan tuduhan gagal, lalu mendorong isu pemakzulan Prabowo dan penggantian oleh Gibran Rakabuming Raka.
“Ini sangat berbahaya dan berpotensi melanggengkan kembali kekuatan ‘geng Solo’ yang sudah terbukti membawa kerusakan politik selama puluhan tahun,” tambahnya.
Karena itu, FPI API mendesak aparat intelijen, penegak hukum, dan TNI untuk segera bertindak demi menjaga stabilitas pemerintahan. Aziz juga menghimbau Presiden Prabowo agar tetap dekat dengan ulama dan tokoh agama yang istiqamah.
“Ulama dan umat tidak mungkin berkhianat pada negara dan bangsa. Karena itu, menjauhi serta menggilas pihak-pihak yang mencoba mengadu domba ulama dan umara menjadi sangat penting,” pungkasnya.