Dikutip dari MedlinePlus, dr Adeline Jaclyn mengatakan bahwa, “Tes DNA dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit turunan, mengetahui risiko penyakit genetik, serta mengidentifikasi anggota keluarga yang sebelumnya tidak diketahui.”
Bahkan, tes ini juga dapat membantu dalam perencanaan kehamilan dan mendeteksi potensi kelainan pada bayi yang belum lahir.
Tujuan Tes DNA
Tes DNA memiliki berbagai tujuan, tergantung pada jenis pengujian yang dilakukan. Berikut adalah beberapa tujuan utama tes DNA:
- Menentukan hubungan biologis.
- Menelusuri garis keturunan dan sejarah keluarga.
- Mendiagnosis penyakit genetik.
- Menilai risiko penyakit turunan.
- Menentukan obat dan pengobatan yang tepat (farmakogenetik).
- Skrining pralahir dan bayi baru lahir.
- Memastikan kesehatan embrio dalam bayi tabung (IVF).
- Identifikasi forensik dan kriminal.
Jenis-jenis Tes DNA
Berdasarkan tujuannya, tes DNA dapat dikategorikan menjadi beberapa jenis, antara lain:
Tes diagnostik: Digunakan untuk mengidentifikasi penyakit akibat perubahan genetik, seperti fibrosis kistik atau penyakit Huntington.
Tes presimptomatik: Dilakukan untuk mengetahui risiko seseorang terkena penyakit genetik yang ada dalam riwayat keluarganya.
Pengujian pembawa (carrier test): Ditujukan bagi individu dengan riwayat keluarga penyakit genetik untuk mengetahui kemungkinan mewariskannya kepada keturunan.
Farmakogenetik: Membantu menentukan obat dan dosis yang paling sesuai bagi seseorang berdasarkan profil genetiknya.
Tes pralahir: Dilakukan pada ibu hamil untuk mendeteksi kelainan genetik pada janin, seperti Sindrom Down.
Skrining bayi baru lahir: Bertujuan mendeteksi penyakit genetik atau metabolisme pada bayi sejak lahir agar pengobatan dapat dilakukan lebih awal.
Tes praimplantasi: Umumnya dilakukan dalam program bayi tabung untuk memastikan embrio yang ditanam memiliki kondisi genetik yang sehat.
Prosedur Tes DNA
Tes DNA dilakukan melalui beberapa tahapan berikut:
Pengambilan sampel: Sampel DNA dapat diperoleh dari darah, air liur, rambut, atau cairan ketuban. Umumnya, metode yang sering digunakan adalah tes usap (swab) dari dalam mulut.
Pemeriksaan di laboratorium: Sampel kemudian dikirim ke laboratorium untuk diuji guna menemukan perubahan spesifik dalam DNA, kromosom, atau protein.
Hasil tes DNA: Hasil tes biasanya tersedia dalam beberapa minggu hingga bulan. Jika hasilnya positif, berarti terdapat perubahan genetik yang dapat berhubungan dengan suatu kondisi kesehatan. Jika negatif, maka tidak ditemukan perubahan genetik yang berisiko. Dalam beberapa kasus, hasil tes bisa menunjukkan ketidakpastian apabila data yang tersedia belum cukup untuk membuat kesimpulan.
Tes DNA tidak hanya penting dalam menentukan hubungan biologis, tetapi juga memiliki banyak manfaat medis. Dengan prosedur yang sesuai hukum, tes ini dapat membantu memberikan kepastian dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kesehatan dan perencanaan keluarga.
Dalam kasus Ridwan Kamil, kesiapannya menjalani tes DNA menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan kepatuhan terhadap hukum. Dengan mengikuti prosedur yang berlaku, tes ini dapat menjadi alat yang memberikan kepastian serta menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.