_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"suaranasional.com","urls":{"Home":"http://suaranasional.com","Category":"http://suaranasional.com/category/news/butuh-bantuan/","Archive":"http://suaranasional.com/2017/02/","Post":"http://suaranasional.com/2017/02/25/imigrasi-palangkaraya-usir-warga-china/","Page":"http://suaranasional.com/karir/","Attachment":"http://suaranasional.com/2017/02/25/imigrasi-palangkaraya-usir-warga-china/antarafoto-imigrasi-kediri-deportasi-wna-tionghoa-040216-pf-5/","Nav_menu_item":"http://suaranasional.com/2016/03/11/5480/","Vecb_editor_buttons":"http://suaranasional.com/vecb_editor_buttons/baca-juga/"}}_ap_ufee
Sunday , 26 February 2017
Breaking News
Home > Politik > Sindir Ulama sebagai Peramal dan Belum Lihat Akhirat, Megawati Lecehkan Islam

Sindir Ulama sebagai Peramal dan Belum Lihat Akhirat, Megawati Lecehkan Islam

Megawati Soekarnoputri Republika/Tahta Aidilla

Megawati Soekarnoputri Republika/Tahta Aidilla

Megawati Soekarnoputri menyindir ulama dengan mengatakan, ada peramal dan belum pernah melihat kehidupan setelah dunia fana menandakan Ketua Umum PDIP itu melecehkan agama Islam, agamawan dan menyebarkan sekularisme.

Demikian dikatakan pemikir Islam, Muhammad Ibnu Masduki kepada suaranasional, Rabu (11/1).  “Masalah kehidupan setelah dunia fana itu ada tuntunannya di dalam Al Quran. Dan setiap agama ada ajaran tentang kehidupan setelah fana yang dalam ajaran Islam di sebut alam akhirat,” ungkap Ibnu Masduki.

Kata Ibnu Masduki, khususnya ajaran Islam, ulama itu bukan peramal tetapi menyampaikan ajaran sesuai dengan Al Quran dan hadits. “Walaupun pidato Megawati tidak menyebut ulama, tetapi konteks pidato itu telah menyinggung ulama sebagai pewaris para nabi,” ungkap Ibnu Masduki.

Ibnu Masduki mengatakan, pidato Megawati itu justru makin menjauhkan PDIP dengan kelompok Islam. “Akan muncul pertentangan antara PDIP dengan kelompok Islam,” pungkas Ibnu Masduki.

Megawati menggolongkan kelompok-kelompok itu sebagai penganut ideologi tertutup, bertentangan dengan Pancasila sebagai ideologi terbuka, yang selalu relevan dengan perkembangan zaman. Pemimpin kelompok berideologi tertutup itu mengklaim diri sebagai peramal yang serba tahu masa depan.

“Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup mempromosikan diri mereka sebagai self fullfilling propechy, para peramal masa depan. Mereka meramal dengan fasih tentang apa yang akan datang, termasuk kehidupan setelah dunia fana. Padahal notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya,” tutur Megawati.


loading...
loading...