Pilkada Cuma Dagelan, KPU Pasti Menangkan Calon Jokowi

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

Jokowi benar-benar telah jadi racun ganas yang membahayakan seluruh rakyat Indonesia. Jika mau ada perubahan, Jokowi harus dilengserkan dulu, baru tatanan kehidupan bernegara bisa berjalan normal.

Ternyata MA juga kacung Jokowi, mengikuti perilaku busuk KPU, Bawaslu, dan MK.

Dengan keputusan MA yang meniadakan batas usia cagub/cawagub, sudah bisa dipastikan hanya untuk kepentingan Jokowi menobatkan Kaesang jadi Gubernur DKI, setelah sebelumnya Gibran ditunjuk jadi kepala pembangunan kota Jakarta sebagai bagian dari konsep aglomerasi.

Jokowi itu seorang maniak kekuasaan yang tidak tahu malu. Setelah sukses mempecundangi Anies-Muhaimin di Pilpres 2024, Jokowi sepertinya dapat tugas baru dari oligarki taipan dan China komunis untuk mempecundangi Anies di Pilgub DKI.

Jika Jokowi masih hidup (berkuasa) dipastikan akan terus cawe-cawe, mungkin sampai Malaikat Izrail merenggut nyawanya baru berhenti. Jokowi sudah sangat tersesat sejauh-jauhnya sehingga sulit untuk bertobat. Ada 3 karakter Jokowi yang menghambat untuk bertaubat : bodoh, takabur, dan rakus.

Baca juga:  Gibran Jadi Wapres, Beathor: Jokowi Jalankan Kekuasaan Tiga Periode

Anies bakal dikerjain KPU lagi. Jika pun suara Anies 90%, KPU dan lembaga survey pelacur diduga akan mensetting suara Anies 24%, Kaesang 60 %, dan Calon ketiga 16%, sama seperti di Pilpres 2024.

Selama Jokowi masih berkuasa, Ketua KPU masih Hasyim Asyari, Ketua Bawaslu masih Ahmad Bagja, Ketua MK masih Anwar Usman atau Suhartoyo, Ketua MA masih seperti sekarang, hampir dipastikan akan terjadi sandiwara pemenang Pilgub.

Seorang Kaesang tidak mungkin laku di Jakarta, selain masih “bocah kecil (bocil)”, tidak punya rekam jejak politik, tidak punya prestasi, juga dia hanya pion Jokowi.

Baca juga:  Jokowi Sebut Pengkritik Pemerintah Asbun & tak Punya Data

Sudah begitu ambrukkah negara ini, sehingga kedurjanaan terus dilegitimasi ? Tidakkah para elit sadar untuk tidak mendukung upaya penghancuran oleh keluarga Jokowi yang memberi jalan mulus kepada penjajahan China ?

Sebaiknya tidak usah ada Pilkada, hanya buang-buang energi dan uang. Jika para elit partai punya kepedulian kepada negara Indonesia, maka seharusnya Hak Angket dihidupkan dan Jokowi ditumbangkan. Baru bisa berharap negara ini bisa terhindar dari malapetaka.

Sampai kapan para elit negeri ini membiarkan Jokowi menghancurkan tatanan negara Indonesia ?

Semoga rakyat bisa bangkit untuk mengadili Jokowi, mungkin Jokowi akan lebih tepat dihukum mati sehingga tidak meracuni seluruh rakyat Indonesia.

Bandung, 25 Dzulqadah 1445.