Waspada Demo Tandingan Pendukung Paslon 02 di MK

Oleh : Sholihin MS (Pemerhati Sosial dan Politik)

Upaya TKN Paslon 02 untuk mengerahkan 100 ribu orang untuk menandingi gelombang dukungan kepada Para Hakim MK berupa *Amicus Curiae* (Sahabat Pengadilan), adalah wujud kepanikan.

Walaupun sama-sama ingin ‘mempengaruhi” nurani hakim, tapi motivasi antara pendukung *Amicus curiae* dengan Paslon 02 memiliki tujuan yang bertolak belakang.

Pengaju *Amicus curiae* menghendaki agar para hakim dalam memutuskan perkara agar menggunakan hati nurani, akal sehat dan ruh keadilan dalam menegakkan konstitusi.

Sementara Paslon 02 menghendaki agar para hakim MK tetap mengikuti kemauan Jokowi yang telah melanggar konstitusi, melanggar etika dan norma hukum, serta membenarkan kecurangan.

Pengaju Amicus curiae bergerak atas nama rakyat, keadilan, kejujuran, kebenaran, dan tegaknya konstitusi.

Sementara Pendukung Paslon 02 bergerak atas ambisi dan kekuasaan, sehingga pertimbangan hati nurani, akal sehat, kejujuran, kebenaran, dan keadilan NOL BESAR.

Filosofi yang dibangun oleh Paslon 01 (dan mungkin 03) bersesuaian dengan filosofi yang dibawa oleh Pengaju Amicus curiae, yaitu sama-sama berbasih kejujuran, kebenaran, keadilan, tegaknya norma dan etika, serta demi kepentingan rakyat.

 Kalau Paslon 03 filosofinya apa ?

Kini perjuangan kehadiran ke MK antara Paslon 01 dan 03 dengan Paslon 02 semakin bertolak belakang.

Kini semakin nyata perbedaan Paslon 01 dengan Paslon 02.

Mungkin bisa diambil benang merah perjuangan para Paslon.

 Secara garis besar hanya ada dua kekuatan perjuangan : 1. kekuatan rakyat yang diwujudkan oleh Paslon 01 (dan 03) dan 2. kekuatan antek-antek penjajah beserta para pengkhianat bangsa yang diwujudkan oleh Paslon 02.

Kekuatan perjuangan rakyat dimotori  oleh hampir semua elemen masyarakat : ulama, cendikia, tokoh bangsa, para jenderal purnawirawan, guru besar, akademisi, mahasiswa, emak-emak, buruh, umat Islam, umat nonmuslim, dll.

Mereka berjuang fie sabilillah tanpa pamrih tanpa dibayar. Kalau ditakdirkan meninggal insya Allah syahid.

Lalu Paslon 02 mewakili siapa ? Oligarki taipan ? Mungkin mereka hadir karena dibayar ?

Para pendukung Paslon 02 berjuang demi apa ? Fie sabiilil fuluus ?

Lha kalau ditakdirkan mati terus gimana ?

Bertaubatlah sebelum ajal menjemput. Hidup ini cuma sementara, semuanya akan kembali ke Yang Maha Kuasa.

Bandung, 9 Ramadhan 1445
Baca juga:  Sastrawan Politik: Jimly Berperan Melegitimasi Keculasan Anwar Usman Loloskan Gibran Maju di Pilpres 2024