Pemerintah Diminta Waspada dan Tegas Terhadap Gerakan Separatis RMS di Bawah Pimpinan Umar Santi

Jika lengah bisa sangat berbahaya, gerakan separatis di Papua semakin tak terkendali, dan pemerintah melakukan konsentrasi penuh ke papua. Namun pemerintah juga jangan sampai lengah dengan apa yang sedang hangat di berbagai media sosial, yang dilakukan oleh para aktivis Republik Maluku Selatan baik yang berada di Belanda maupun di indonesia sendiri.

Ricardo Matitaputty menyampaikam bahwa beberapa waktu terakhir ini,dia melihat ada semacam propaganda yang d mainkan dengan tujuan untuk mengkonsolidasikan simpatik dari rakyat Maluku terlebih beberapa waktu kedepan tepatnya tanggal 25 April yang sering dikatakan sebagai hari kemerdekaan Republik Maluku Selatan.

Kami sudah tahu ada sekelompok orang di Indonesia yang cukup memegang peran penting untuk tujuan RMS bahkan dicurigai pendanaan gerakan separatis ini ada yang dari Indonesia, baik secara pribadi maupun melalui dunia usaha alias bisnis yang dijalankan. Ini harus menjadi perhatian pemerintah terutama aparat keamanan.

Baca juga:  Tanggapan Aliansi Rakyat Maluku Selatan Terhadap Pernyataan PM Belanda Mark Rutte

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa unggahan unggahan dalam berbagai media sosial yang dilakukan oleh para aktivis RMS ini sudah sangat menghina martabat bangsa kita.

Sebagai generasi Maluku yang tergabung dalam Forum Pemuda Maluku untuk Indonesia (FPMUI) dengan tegas menolak segala bentuk gerakan dan propaganda separatis RMS yang dilakukan para pengikutnya.

FPMUI juga meminta pemerintah bersikap tegas terhadap aktivis RMSsebab kami tidak inginkan sejarah kelam di Maluku terulang kembali akibat dari perbuatan mereka.

“Kami sementara menelusuri beberapa organisasi maupun usaha usaha yang dicurigai ada hubungannya dengan para aktor RMS di Belanda,” ujarnya.

Informasi yang kami dapat ada keterlibatan para aktivis, politisi, pengusaha juga pemuka agama dalam konspirasi yang sedang berjalan ini, dan pemimpin pemimpin RMS seperti Umar Santi, yang selalu mengklaim dirinya dari Tulehu dan juga selaku perwakilan muslim harus benar-benar diwaspadai. Ini bahaya bagi rakyat di Maluku sebab kami tidak ingin sesuatu yang buruk kembali menimpa saudara-saudara kami di Maluku.

Baca juga:  Kepergian Anak Mantan Jaksa Agung Negara Indonesia Timur Dr Christian Soumokil Menyisahkan Luka Kemanusiaan

Untuk itu dia meminta pemerintah Republik Indonesia untuk bisa lebih waspada dan dapat mengambil sikap tegas terhadap setiap gerakan separatis RMS yang berpotensi memecah belah kehidupan orang di Maluku. Kami akan melakukan koordinasi dengan berbagai jajaran terkait untuk lebih memaksimalkan upaya menghentikan gerakan RMS ini. Bila perlu siapapun dari Belanda yang memiliki keterikatan dengan gerakan separatis ini harus diboikot masuk Indonesia.