Diteriaki Presiden setelah Shalat Jumat di Masjid Raya Medan, GBM: Anies Politisasi Agama

Anies Baswedan melakukan polisasi agama atas teriakan presiden dari jamaah setelah menjalankan shalat Jumat di Masjid Raya Medan.

“Teriakan Presiden masih di lingkungan Masjid Raya Medan walaupun setelah Shalat Jumat menunjukkan Anies melakukan politisasi agama,” kata Koordinator Gardu Banteng Marhaen (GBM) Sulaksono Wibowo kepada redaksi www.suaranasional.com, Jumat (4/11/2022).

Menurut Sulaksono, Anies ingin mengulang kesuksesan politisasi Pilkada DKI di Pilpres 2024. “Agama dijual Anies untuk meraih suara,” ungkapnya.

Baca juga:  Kritikan Tajam ke Anies, Karena Fahri Hamzah Terjerat Kasus Benur?

Kata Sulaksono, Indonesia mengalami kemunduran demokrasi dengan adanya politisasi agama. “Hasil politisasi agama, bukan untuk kepentingan rakyat tetapi kelompok tertentu,” jelas Sulaksono.

Anies Baswedan disambut lautan manusia di Masjid Raya Al Mashun Medan, Jumat (4/11/2022). Capres yang sudah dideklarasikan Partai Nasdem ini, datang untuk menunaikan ibadah salat Jumat. Yel, Yel Presiden terdengar menyambut Anies.

Jarak masjid yang tidak begitu jauh dari hotel tempat Anies mengingap, membuatnya hanya berjalan kaki menuju masjid. Anies mengenakan baju koko silver lengkap dengan peci hitam dengan syal putih melingkar di lehernya.

Baca juga:  Anies Baswedan akan Dijebak dan Diakhiri Karir Politiknya

Warga sekitar dan jemaah berupaya mendekat dan menyapa. Sejumlah di antaranya meminta swafoto dengannya.

Waktunya usai menunaikan salat, Anies beringsut keluar meninggalkan masjid. Tak diduganya, seribuan orang sudah berjejer persis dari selasar masjid hingga ke depan Jalan Sisingamangaraja menyapa dan mengambil foto Anies.