Berbagai Pejabat Negara Berbeda Pendapat Tentang Wanita Terobos Istana, Muslim Arbi: Koordinasi Komunikasi Era Jokowi Buruk

Koordinasi komunikasi para pejabat negara era Joko Widodo (Jokowi) sangat buruk seperti adanya perbedaan di antara mereka dalam menyikapi wanita yang menerobos istana.

“Mahfud MD menyebut bukti adanya radikalisme wanita yang menyebut istana, Kapolda Metro Jaya membantah bukan teror, BNPT menyebut wanita pendukung ideologi HTI. Sangat aneh di antara pejabat negara berbeda pendapat dalam menyikapi masalah penting,” kata pengamat politik Muslim Arbi kepada redaksi www.suaranasional.com, Ahad (31/10/2022).

Baca juga:  Impor Daging Sapi, Bukti Jokowi Omong Kosong dan Pencitraan Saja

Menurut Muslim, Pemerintahan Jokowi harusnya meniru era SBY maupun Soeharto yang sangat bagus dalam berkomunikasi. “Komunikasi satu pintu dan memiliki pandangan yang sama ketika menyikapi sebuah peristiwa penting,” paparnya.

Perbedaan pejabat negara dalam menyikapi wanita terobos istana, kata Muslim, membuat masyarakat makin ragu adanya radikalisme dan terorisme. “Lucunya BNPT tidak paham HTI dan menyebut melakukan aksi teror. Dala sejarahnya HTI tidak pernah melakukan teror dan hanya sebatas wacana saja,” jelas Muslim.

 

Baca juga:  Pemerhati Politik: Tak Berkuasa, Jokowi Hanya Dilindungi Para Relawan & 'Cebong'